PEMICUAN SEBAGAI SALAH SATU ALAT UNTUK MENCAPAI SBS (STOP BAB SEMBARANGAN) PENDAMPINGAN PENGGUNAAN JAMBAN DAN SANITASI YANG BAIK BAGI MASYARAKAT DUSUN MASAPING LOA DURI ULU

TRIGGING COMPLIANCE WITH THE USE OF WATER CLOSED AND SANITATION FOR COMMUNITIES LOA DURI ULU VILLAGE

Authors

  • Annaas Budi Setyawan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur

DOI:

https://doi.org/10.33023/jpm.v7i1.675

Keywords:

SBS; Pemicuan; Perilaku Hygiene, SBS, Pemicuan, Perilaku Hygiene

Abstract

Capaian Pemerintah berupa 100-0-100 di harapkan bisa tercapai, yaitu 100% terjaminnya air bersih bagi masyarakat, 0% untuk pemukiman kumuh dan 100% terjaminnya sanitasi masyarakat. Di harapkan semua steakholder dapat bekerja sama dalam menuju akses yang sudah di canangkan oleh Pemerintah. Setelah capaian Pemerintah bisa menuju akses 100 – 0 – 100 di lanjutkan dengan rencana Program yaitu Sustainable Development Goals yang di harapkan bisa tercapai sampai dengan Tahun 2020. Untuk masalah akses terhadap sanitasi, khususnya akses masyarakat terhadap penggunaan jamban,  belum menunjukkan tanda-tanda kemajuan yang signifikan , padahal sanitasi merupakan salah satu unsur penting bagi peningkatan kesehatan masyarakat yang pada akhirnya berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pula. Pemicuan merupakan cara untuk mendorong perubahan perilaku higiene dan sanitasi individu atau masyarakat atas kesadaraan sendiri dengan menyentuh perasaan, pola pikir, perilaku, dan kebiasaan individu atau masyarakat, yang difasilitasi oleh tim kesehatan. Dusun Masaping terletak 10 km dari jalan poros Loa Janan, terdapat alur sunggai Haur (Loa Haur) dan Sungai Hongkong yang melewati dusun ini, dari beberapa wawancara warga, beberapa warga masih ada yang menggunakan alur sungai sebagai tempat BAB atau beraktifitas mandi dan mencuci di sungai karena warga masih beranggapan membangun jamban memerlukan biaya yang mahal. Kegiatan ini berhasil dilaksanakan dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai pembuatan septiktank yang sehat serta murah sehingga tidak lagi membuang kotoran langsung ke sungai

Downloads

Download data is not yet available.

References

Dinas Kesehatan Kota Samarinda. 2016. Laporan Kunjungan (LBI) DM Kota Samarinda Tahun 2015. Samarinda: Dinas Kesehatan Kota Samarinda.

LGuyton, A.C., Hall, J.E., (2007). Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI). (2016). Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe 2 di Indonesia. Jakarta: PERKENI

Price, Sylvia & Wilson, Lorraine.(2010). Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Edisi 8. Jakarta: EGC.

R. Nirmala. (2010). Budidaya Pengembangan Bawang Tiwai/Bawang Sabrang (Eleutherine americana (L). Merr.). Erlangga. Jakarta

Tuminah. (2009). Peran Kolesterol HDL Terhadap Penyakit Kardiovaskuler dan Diabetes Mellitus. Gizi Indonesia. Vol 32 (1): 69-76.

Published

2020-09-30

How to Cite

Budi Setyawan, A. (2020). PEMICUAN SEBAGAI SALAH SATU ALAT UNTUK MENCAPAI SBS (STOP BAB SEMBARANGAN) PENDAMPINGAN PENGGUNAAN JAMBAN DAN SANITASI YANG BAIK BAGI MASYARAKAT DUSUN MASAPING LOA DURI ULU: TRIGGING COMPLIANCE WITH THE USE OF WATER CLOSED AND SANITATION FOR COMMUNITIES LOA DURI ULU VILLAGE. Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan, 7(1), 10-13. https://doi.org/10.33023/jpm.v7i1.675