Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep <p style="text-align: justify;">Jurnal Ilmiah Keperawatan adalah jurnal yang mewadahi dan mempublikasikan penelitian bidang kesehatan, terutama keperawatan, teknologi kesehatan, kesehatan masyarakat, dan bidang ilmu penunjang lainnya. Jurnal Ilmiah Keperawatan adalah jurnal yang terbit terbit 3 kali dalam setahun pada bulan Februari, Juni, dan Oktober.</p> UPPM STIKES Pemkab Jombang en-US Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) 2477-4391 <p>Authors who publish with Jurnal Ilmiah Keperawatan <em>(Scientific Journal of Nursing)</em> agree to the following terms:</p> <ol> <li>Authors retain copyright and grant Jurnal Ilmiah Keperawatan <em>(Scientific Journal of Nursing)</em> the right of first publication with the work simultaneously licensed under a <a href="https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/">Creative Commons Attribution 4.0 International License</a> that allows others to remix, adapt and build upon the work with an acknowledgment of the work's authorship and of the initial publication in Jurnal Ilmiah Keperawatan <em>(Scientific Journal of Nursing)</em>.</li> <li>Authors are permitted to copy and redistribute the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in Jurnal Ilmiah Keperawatan <em>(Scientific Journal of Nursing)</em>.</li> </ol> Implementasi latihan isometric handgrip dan aromaterapi lemon terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi : studi kasus https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/3234 <p>Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang saat ini memiliki prevalensi tinggi dan berisiko menyebabkan komplikasi serius. Kondisi ini membutuhkan intervensi yang efektif untuk mengendalikan tekanan darah dan mencegah komplikasi. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas dari kombinasi latihan <em>isometric handgrip</em> dan aromaterapi lemon terhadap penurunan tekanan darah lansia dengan hipertensi. Studi ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan <em>pretest</em>-<em>posttest</em> terhadap satu pasien lanjut usia hipertensi. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter digital sebelum dan sesudah pemberian kombinasi latihan <em>isometric handgrip</em> dan aromaterapi lemon selama 14 hari. Proses analisis dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan perubahan tekanan darah <em>pre </em>dan <em>post</em> intervensi. Hasil menunjukkan kecenderungan penurunan tekanan darah dari 259/123 mmHg menjadi 188/113 mmHg setelah 14 hari intervensi, meskipun perubahannya bersifat fluktuatif. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi dari latihan <em>isometric handgrip</em> dan aromaterapi lemon berpotensi sebagai terapi pendukung yang dapat diimplementasikan dengan mudah oleh perawat komunitas dalam pengendalian tekanan darah pada lansia hipertensi</p> Marsal Nafisa Ulum Kholidah Nurilla Copyright (c) 2026 Marsal Nafisa Ulum, Nurilla https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-10-05 2026-10-05 12 3 329 338 10.33023/jikep.v12i3.3234 Pengaruh terapi hortikultura (horticultural therapy) terhadap penurunan tingkat halusinasi pada pasien skizofrenia di Yayasan Griya Cinta Kasih Kabupaten Jombang https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/3258 <p>Skizofrenia merupakan gangguan jiwa yang ditandai oleh gejala positif, seperti halusinasi, delusi, gangguan proses pikir, dan perilaku tidak terorganisasi, serta gejala negatif, seperti penurunan motivasi, gangguan interaksi sosial, dan defisit perawatan diri. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh terapi hortikultura terhadap tingkat halusinasi pada pasien skizofrenia di Yayasan Griya Cinta Kasih Kabupaten Jombang. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Populasi penelitian berjumlah 30 pasien yang seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi skala RUFA dan dianalisis dengan uji paired t-test<strong>.</strong> Intervensi berupa terapi hortikultura diberikan setiap hari selama enam hari, dengan durasi lima belas menit pada setiap sesi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat halusinasi pasien menurun setelah pemberian terapi hortikultura. Analisis statistik juga menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara pemberian terapi hortikultura dan penurunan tingkat halusinasi pada pasien skizofrenia. Terapi hortikultura efektif diterapkan sebagai terapi komplementer untuk membantu menurunkan tingkat halusinasi pada pasien skizofrenia</p> Syaifuddin Syaifuddin Siti Sholikhah Moh Saifudin Copyright (c) 2026 Syaifuddin, Siti Sholikhah, Moh Saifudin https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-10-05 2026-10-05 12 3 339 344 10.33023/jikep.v12i3.3258 Penerapan teknik self-management activity pada pasien tuberkulosis dengan diagnosa keperawatan manajemen kesehatan tidak efektif https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/3259 <p>Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi yang memerlukan pengobatan jangka panjang sehingga kemampuan <em>self-management</em> menjadi faktor penting dalam keberhasilan terapi. Rendahnya kemampuan <em>self-management</em> dapat menyebabkan diagnosis keperawatan manajemen kesehatan tidak efektif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan <em>Self-Management Activity</em> pada pasien tuberkulosis dengan diagnosis tersebut di wilayah kerja Puskesmas Waingapu. Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan pemilihan partisipan secara <em>purposive sampling</em>. Intervensi meliputi asesmen kesiapan pasien, edukasi kesehatan, manajemen kepatuhan pengobatan, pencegahan penularan, pemantauan mandiri menggunakan <em>self-management logbook</em>, dan pelibatan keluarga. Evaluasi dilakukan berdasarkan luaran Manajemen Kesehatan dalam Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) melalui observasi, wawancara, dan penelaahan <em>logbook</em>. Hasil menunjukkan bahwa <em>Self-Management Activity</em> meningkatkan kemampuan pasien dalam mengelola kesehatan, ditandai dengan peningkatan pengetahuan, kepatuhan pengobatan, perilaku pencegahan penularan, penggunaan <em>self-management logbook</em>, dan keterlibatan keluarga. Intervensi ini berpotensi diterapkan sebagai upaya pemberdayaan pasien dan keluarga di pelayanan kesehatan primer.</p> Amina Magfirah Tul Jannah Jannah Yosephina Elizabeth Sumartini Gunawan Maria Kareri Hara Ineke Noviana Copyright (c) 2026 Amina Magfirah Tul Jannah Jannah, Yosephina Elizabeth Sumartini Gunawan, Maria Kareri Hara, Ineke Noviana https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-10-05 2026-10-05 12 3 345 357 10.33023/jikep.v12i3.3259 Pengaruh edukasi melalui media komik digital terhadap kualitas kepercayaan diri pada siswa yang mengalami bullying di MI Mansyaul Huda Baureno Bojonegoro https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/3260 <p>Bullying pada siswa sekolah dasar dapat menurunkan kepercayaan diri dan memengaruhi perkembangan psikologis anak. Edukasi menggunakan media komik digital merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa yang mengalami bullying. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi melalui komik digital terhadap kepercayaan diri siswa yang mengalami bullying di MI Mansyaul Huda Baureno, Bojonegoro. Penelitian menggunakan desain <em>pre-experimental</em> dengan pendekatan <em>one-group pretest–posttest</em>. Sampel dipilih menggunakan teknik <em>total sampling</em>. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner kepercayaan diri sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi berupa edukasi melalui komik digital dilaksanakan dalam beberapa sesi. Analisis data menggunakan uji <em>paired sample t-test</em>. Hasil menunjukkan bahwa edukasi melalui komik digital meningkatkan kepercayaan diri siswa yang mengalami bullying. Intervensi ini memberikan pengaruh yang bermakna terhadap peningkatan kepercayaan diri setelah pemberian edukasi. Edukasi melalui komik digital dapat dipertimbangkan sebagai media promotif untuk meningkatkan kesehatan psikososial serta mendukung upaya pencegahan bullying di lingkungan sekolah.</p> Nu'ma Khanifur Rosyidah Arifal Aris Abdul Rokhman Copyright (c) 2026 Nu'ma Khanifur Rosyidah, Arifal Aris, Abdul Rokhman https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-10-05 2026-10-05 12 3 358 363 10.33023/jikep.v12i3.3260 Pengaruh terapi katarsis (art therapy) terhadap penurunan kecemasan pada pasien gangguan jiwa di Yayasan Sosial Berkas Bersinar Abadi Kabupaten Lamongan https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/3261 <p>Kecemasan merupakan masalah psikologis yang sering dialami pasien gangguan jiwa dan dapat menghambat proses pemulihan serta fungsi sosial. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah terapi katarsis melalui art therapy. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi katarsis (art therapy) terhadap penurunan kecemasan pada pasien gangguan jiwa di Yayasan Sosial Berkas Bersinar Abadi Kabupaten Lamongan. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel diambil secara purposive sampling. Tingkat kecemasan responden diukur menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Intervensi dilakukan sebanyak lima kali dengan frekuensi dua kali per minggu. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan setelah diberikan terapi, dimana sebagian besar responden mengalami perubahan dari kecemasan sedang/berat menjadi ringan atau tidak cemasBerdasarkan hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p &lt; 0,05 yang berarti terdapat pengaruh signifikan terapi katarsis (art therapy) terhadap penurunan kecemasan. Terapi Katarsis art therapy efektif sebagai media ekspresi emosi nonverbal yang membantu proses katarsis, sehingga mampu menurunkan beban psikologis pasien.</p> Atika Winartiana Siti Sholikhah Moh. Saifudin Copyright (c) 2026 Atika Winartiana, Siti Sholikhah, Moh. Saifudin https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-10-05 2026-10-05 12 3 364 370 10.33023/jikep.v12i3.3261 Pengaruh terapi jahna(kompres jahe merah dan asmaul husna) terhadap tingkat nyeri pada pasien gout arthritis https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/3263 <p>Gout arthritis merupakan penyakit sendi yang disebabkan oleh penumpukan kristal asam urat sehingga menimbulkan nyeri dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu upaya penatalaksanaan nyeri secara nonfarmakologis adalah terapi JAHNA, yaitu kombinasi kompres jahe merah dan lantunan Asmaul Husna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi JAHNA terhadap tingkat nyeri pada penderita gout arthritis di Puskesmas Modo. Penelitian menggunakan desain praeksperimental dengan pendekatan <em>one-group pretest-posttest</em>. Sampel dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Tingkat nyeri diukur menggunakan <em>Numeric Rating Scale</em> (NRS), sedangkan pelaksanaan intervensi mengacu pada standar operasional prosedur terapi JAHNA. Analisis data dilakukan menggunakan uji Shapiro-Wilk dan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat nyeri responden menurun setelah pemberian terapi JAHNA. Analisis statistik juga menunjukkan adanya pengaruh yang bermakna antara pemberian terapi JAHNA dan penurunan tingkat nyeri pada penderita gout arthritis. Terapi JAHNA bekerja melalui efek hangat kompres jahe merah yang membantu meningkatkan sirkulasi darah, mengurangi peradangan, serta memberikan relaksasi, yang didukung oleh efek psikologis dan spiritual dari lantunan Asmaul Husna. Terapi ini berpotensi menjadi alternatif intervensi keperawatan yang efektif dan mudah diterapkan.</p> Alvi Dwi Nurlaila Virgianti Nur Faridah Trijati Puspita Lestari Copyright (c) 2026 Alvi Dwi Nurlaila, Virgianti Nur Faridah, Trijati Puspita Lestari https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-10-05 2026-10-05 12 3 371 378 10.33023/jikep.v12i3.3263 Perbedaan status kesadaran dan nadi pasien cva hemoragik dan non-hemoragik https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/3267 <p>Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan. Perbedaan klinis antara stroke hemoragik dan non-hemoragik, khususnya pada status kesadaran dan hemodinamik, menjadi penting dikenali sebagai dasar penanganan awal di IGD. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan status kesadaran dan nadi antara pasien stroke hemoragik dan non-hemoragik, penelitian ini menggunakan desain analitik komparatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 313 pasien stroke yang diambil dari data rekam medis pasien selama di IGD pada Januari–Mei 2025. Data dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney, hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan pada status kesadaran (p=0,000), sedangkan denyut nadi tidak ada perbedaan signifikan (p=0,515). Rerata GCS pasien stroke hemoragik lebih rendah dibandingkan dengan non-hemoragik. Sedangkan rerata nadi pada pasien hemoragik lebih rendah dibandingkan dengan non-hemoragik. Terdapat perbedaan signifikan status kesadaran dan nadi antara kedua jenis stroke. Temuan ini menekankan pentingnya penilaian awal yang komprehensif untuk menunjang diagnosis dan intervensi segera di IGD.</p> Fikih Brendan Bariq Bangkit Sanjaya Isni Lailatul Maghfiroh Abdul Rokhman Copyright (c) 2026 Fikih Brendan Bariq Bangkit Sanjaya , Isni Lailatul Maghfiroh, Abdul Rokhman https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-10-05 2026-10-05 12 3 379 386 10.33023/jikep.v12i3.3267 Pernapasan bibir mengerucut untuk memperbaiki pola pernapasan yang tidak efektif pada pasien pneumonia https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/3270 <p>Penumpukan sekret di alveoli pada pasien pneumonia sering menimbulkan pola napas tidak efektif, ditandai peningkatan frekuensi napas, penggunaan otot bantu pernapasan, pemanjangan fase ekspirasi, bunyi napas tambahan, serta keluhan sesak, yang jika tidak ditangani dapat meningkatkan risiko hipoksia. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang diberikan adalah latihan pursed lips breathing. Mendeskripsikan penerapan teknik pursed lips breathing dalam mengatasi pola napas tidak efektif pada pasien pneumonia di wilayah kerja Puskesmas Lendiwacu. Penelitian kualitatif dengan desain studi kasus pada dua pasien pneumonia yang dipilih secara purposive sampling, menggunakan instrumen format pengkajian asuhan keperawatan dan SOP Pursed Lips Breathing. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan telaah dokumentasi selama tiga hari. Setelah intervensi manajemen jalan napas dan pursed lips breathing, kondisi kedua pasien membaik: frekuensi napas menurun, otot bantu napas berkurang, bunyi napas tambahan menurun, fase ekspirasi membaik, dan sesak berkurang. Kedua pasien mampu mempraktikkan teknik ini mandiri. Pursed lips breathing efektif memperbaiki pola napas tidak efektif pada pasien pneumonia dan layak diterapkan di pelayanan kesehatan dasar. Implikasi keperawatan, perawat di layanan primer seperti Puskesmas perlu mengintegrasikan pursed lips breathing sebagai intervensi mandiri rutin dalam asuhan keperawatan pasien pneumonia.</p> Juwita Kore Oktavianus Umbu Putal Abselian Kartini Pekabanda Yosephina Elizabeth Sumartini Gunawan Copyright (c) 2026 Juwita Kore Oktavianus, Umbu Putal Abselian, Kartini Pekabanda, Yosephina Elizabeth Sumartini Gunawan https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-10-05 2026-10-05 12 3 387 396 10.33023/jikep.v12i3.3270 Terapi relaksasi otot progresif sebagai intervensi keperawatan untuk manajemen nyeri pada lansia dengan hipertensi: studi kasus https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/3272 <p>Hipertensi merupakan penyakit kronis yang banyak dialami lansia dan sering menimbulkan nyeri kepala sehingga mengganggu kenyamanan serta kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan terapi relaksasi otot progresif sebagai intervensi keperawatan untuk mengurangi nyeri pada lansia dengan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Waingapu. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi keperawatan menggunakan format pengkajian gerontik, standar operasional prosedur sebagai pedoman intervensi, serta media edukasi berupa video dan leaflet. Intervensi diberikan dalam beberapa sesi, kemudian dievaluasi berdasarkan perubahan intensitas nyeri dan tanda-tanda vital. Hasil menunjukkan bahwa penerapan terapi relaksasi otot progresif berkaitan dengan penurunan intensitas nyeri dan tekanan darah, disertai peningkatan rasa nyaman serta kualitas tidur pasien. Terapi relaksasi otot progresif berpotensi menjadi intervensi keperawatan nonfarmakologis untuk mendukung pengelolaan nyeri dan meningkatkan kenyamanan lansia dengan hipertensi.</p> Fatimah Binti Abdullah Yosephina Elizabeth Sumartini Gunawan Melkisedek Landi Copyright (c) 2026 Fatimah Binti Abdullah, Yosephina Elizabeth Sumartini Gunawan, Melkisedek Landi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-10-05 2026-10-05 12 3 397 405 10.33023/jikep.v12i3.3272 Pengaruh media whatsapp broadcast terhadap peningkatan pengetahuan dan prilaku pencegahan pada keluarga (anak) dengan riwayat diabetes mellitus di wilayah kerja Puskesmas Sukodadi https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/3275 <p>Keluarga dengan riwayat diabetes melitus (DM) memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit serupa. Rendahnya pengetahuan dan perilaku pencegahan diabetes pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Sukodadi, Kabupaten Lamongan menunjukkan perlunya media edukasi kesehatan yang efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh media <em>WhatsApp Broadcast</em> terhadap peningkatan pengetahuan dan perilaku pencegahan diabetes melitus pada keluarga dengan riwayat DM. Penelitian menggunakan desain <em>pre-experimental</em> dengan pendekatan <em>one group pretest-posttest</em>. Sampel dipilih menggunakan teknik <em>simple random sampling</em>. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan perilaku pencegahan DM yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan uji <em>Wilcoxon Signed Rank Test</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media <em>WhatsApp Broadcast</em> meningkatkan pengetahuan dan perilaku pencegahan diabetes melitus pada keluarga dengan riwayat DM. Terdapat perbedaan yang bermakna antara pengetahuan dan perilaku pencegahan sebelum dan sesudah pemberian intervensi. Media <em>WhatsApp Broadcast</em> dapat menjadi alternatif edukasi kesehatan berbasis digital untuk meningkatkan upaya pencegahan diabetes melitus pada keluarga berisiko.</p> Puja Irmawati Arifal Aris Suharyati Suharyati Copyright (c) 2026 Puja Irmawati, Arifal Aris, Suharyati https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-10-05 2026-10-05 12 3 406 412 10.33023/jikep.v12i3.3275 Hubungan lifestyle dan pola konsumsi kafein dengan Tingkat stres pada mahasiswa semester 6 fakultas ilmu kesehatan di Universitas Muhammadiyah Lamongan https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/3276 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas terapi thought stopping dan senam lima jari terhadap penurunan tingkat halusinasi pada pasien skizofrenia di Yayasan Berkas Bersinar Abadi Lamongan. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2026 dengan jumlah sampel sebanyak 30 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Desain penelitian menggunakan pendekatan pretest-posttest. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran tingkat halusinasi sebelum dan sesudah pemberian intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar pasien berada pada kategori halusinasi berat sebanyak 22 orang (56,4%). Setelah diberikan intervensi, terjadi perubahan dengan sebagian besar pasien berada pada kategori sedang sebanyak 13 orang (43,3%) serta muncul kategori rendah sebanyak 8 orang (26,7%). Hasil uji statistik Spearman menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,991 dengan nilai p sebesar 0,000 (p&lt;0,05), yang menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara hasil pretest dan posttest. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terapi thought stopping dan senam lima jari efektif dalam menurunkan tingkat halusinasi. Intervensi ini dapat digunakan sebagai alternatif terapi nonfarmakologis dalam membantu pasien mengontrol halusinasi dan meningkatkan kemampuan koping secara mandiri.</p> Tri Agustin Maryati Moh Saifudin Abdul Rokhman Copyright (c) 2026 Tri Agustin Maryati, Moh Saifudin, Abdul Rokhman https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-10-05 2026-10-05 12 3 413 418 10.33023/jikep.v12i3.3276 Hubungan harga diri dan konformitas teman sebaya dengan gaya hidup hedonisme pada mahasiswa baru fakultas ilmu kesehatan Universitas Muhammadiyah Lamongan https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/3277 <p>Gaya hidup hedonisme semakin berkembang di kalangan mahasiswa baru dan berpotensi memengaruhi perilaku konsumtif, kondisi finansial, serta proses akademik. Faktor psikologis dan sosial, seperti harga diri dan konformitas teman sebaya, diduga berperan dalam pembentukan gaya hidup tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan harga diri dan konformitas teman sebaya dengan gaya hidup hedonisme pada mahasiswa baru Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Lamongan. Penelitian menggunakan desain korelasional dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Sampel dipilih menggunakan teknik <em>random sampling</em>. Instrumen penelitian meliputi <em>Rosenberg Self-Esteem Scale</em> (RSES), <em>Peer Pressure Susceptibility Questionnaire</em> (PPSQ), dan kuesioner gaya hidup hedonisme. Analisis data menggunakan uji korelasi <em>Spearman's Rho</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat harga diri, konformitas teman sebaya, dan gaya hidup hedonisme pada kategori sedang. Analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara harga diri maupun konformitas teman sebaya dengan gaya hidup hedonisme. Harga diri dan konformitas teman sebaya bukan merupakan faktor yang berhubungan dengan gaya hidup hedonisme pada mahasiswa baru Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Lamongan.</p> Febriyanti Yuni Astutik Moh Saifudin Abdul Rokhman Copyright (c) 2026 Febriyanti Yuni Astutik, Moh Saifudin, Abdul Rokhman https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-10-05 2026-10-05 12 3 419 424 10.33023/jikep.v12i3.3277 Perbedaan self-management pada pasien congestive heart failure dan infark miokard acute https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/3283 <p><em>Self-management</em> merupakan pendekatan kognitif yang bertujuan membantu individu mengendalikan kebiasaan sehari-hari sehingga mampu meningkatkan perilaku positif, terutama dalam kepatuhan terhadap pengobatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan <em>self-management</em> pada pasien <em>congestive heart failure</em> (CHF) dan <em>infark miokard akut</em> (IMA). Penelitian menggunakan desain analitik komparatif dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Populasi penelitian adalah seluruh pasien yang terdiagnosis CHF dan IMA. Sampel dipilih menggunakan teknik <em>consecutive sampling</em>. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner <em>Heart Health Self-Efficacy and Self-Management</em> (HH-SESM), sedangkan analisis data menggunakan uji <em>independent t-test</em> dengan tingkat signifikansi ? = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien CHF memiliki tingkat <em>self-management</em> kategori sedang, sedangkan sebagian besar pasien IMA berada pada kategori tinggi. Analisis juga menunjukkan adanya perbedaan <em>self-management</em> yang bermakna antara pasien CHF dan pasien IMA, dengan pasien IMA memiliki <em>self-management</em> yang lebih baik dibandingkan pasien CHF. Kondisi kronis pada pasien CHF diduga menyebabkan keterbatasan dalam melakukan <em>self-management</em>, sedangkan kondisi akut pada pasien IMA mendorong perubahan gaya hidup dan kepatuhan terhadap pengobatan. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan <em>self-management</em>, terutama pada pasien CHF.</p> Bayyinah Nur Mumtahanah Isni Lailatul Maghfiroh Aprelia Afidatul Hanafi Copyright (c) 2026 Bayyinah Nur Mumtahanah, Isni Lailatul Maghfiroh , Aprelia Afidatul Hanafi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-10-05 2026-10-05 12 3 425 435 10.33023/jikep.v12i3.3283 Gambaran ritme sirkadian pada perawat tim code blue di Rumah Sakit Wilayah Sumedang https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/3290 <p>Ritme sirkadian menggambarkan pola alami tidur, bangun, dan tingkat kewaspadaan yang berjalan dalam siklus 24 jam. Ritme sirkadian pada perawat dapat terganggu akibat kerja <em>shift</em> terutama <em>shift </em>malam, sehingga dapat menurunkan kewaspadaan dan meningkatkan risiko pada keselamatan pasien saat <em>code blue.</em> Untuk mengetahui gambaran ritme sirkadian pada perawat tim <em>code blue</em> di Rumah Sakit Wilayah Sumedang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 154 orang yang diambil menggunakan teknik <em>quota sampling</em>, serta pengumpulan data menggunakan kuesioner <em>morningness eveningness questionnaire self assessment</em> (MEQ-SA). Analisis data dilakukan secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini menunjukan hampir seluruh responden berjenis kelamin perempuan, rata-rata usia responden 33 tahun, pendidikan terakhir sebagian besar D-III Keperawatan, hampir seluruh responden memiliki pelatihan BTCLS, rata-rata lama bekerja 9 tahun, dan hampir setengahnya jenjang responden pada PK 3. Kemudian hampir seluruh responden tipe <em>shift </em>pagi dan sebagian kecil <em>shift </em>malam. Sebagian besar perawat tim <em>code blue </em>berada pada tipe pagi, yang menggambarkan adanya kesesuaian antara aktivitas kerja dengan jam biologis tubuh.</p> Melinda Ayu Lestari Suprayogi M Iqbal Angga Kusuma Bayu Nirwana Kristianto Dwi Nugroho Copyright (c) 2026 Melinda Ayu Lestari, Suprayogi, M Iqbal Angga Kusuma, Bayu Nirwana, Kristianto Dwi Nugroho https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-10-05 2026-10-05 12 3 436 444 10.33023/jikep.v12i3.3290 Hubungan resilience dan dukungan sosial dengan stres kerja pada perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Ngimbang https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/3296 <p>Stres kerja merupakan masalah yang sering dialami perawat akibat tingginya beban kerja, tuntutan pelayanan, dan tekanan emosional yang dapat memengaruhi kualitas pelayanan keperawatan. Resiliensi dan dukungan sosial diduga berhubungan dengan kemampuan perawat dalam menghadapi stres kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan resiliensi dan dukungan sosial dengan stres kerja pada perawat di ruang rawat inap RSUD Ngimbang. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Sampel penelitian terdiri atas 92 perawat yang dipilih menggunakan teknik <em>total sampling</em>. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner resiliensi, dukungan sosial, dan stres kerja, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat resiliensi perawat bervariasi, dukungan sosial umumnya berada pada kategori sedang, dan sebagian besar perawat mengalami stres kerja pada kategori tinggi. Analisis juga menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara resiliensi dan stres kerja serta antara dukungan sosial dan stres kerja. Disimpulkan bahwa resiliensi dan dukungan sosial berhubungan dengan stres kerja pada perawat di ruang rawat inap RSUD Ngimbang. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan resiliensi dan penguatan dukungan sosial di lingkungan kerja untuk mengendalikan stres kerja serta meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan.</p> Siti Fitria Suratmi Suratmi Nurul Hikmatul Qowi Copyright (c) 2026 Siti Fitria, Suratmi, Nurul Hikmatul Qowi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-10-05 2026-10-05 12 3 445 451 10.33023/jikep.v12i3.3296 Hubungan jumlah trombosit dengan kejadian perdarahan pasien dengue hemorrhagic fever https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/3300 <p>Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dan sering disertai manifestasi perdarahan. Penurunan jumlah trombosit dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan pada pasien DBD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan jumlah trombosit dengan kejadian perdarahan pada pasien DBD di RSUD Ngimbang Lamongan. Penelitian menggunakan desain analitik korelatif dengan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian terdiri atas 80 pasien DBD yang menjalani perawatan pada Januari 2025 hingga April 2026. Data diperoleh dari rekam medis dan dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien mengalami trombositopenia dan perdarahan ringan. Analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara jumlah trombosit dan kejadian perdarahan dengan kekuatan korelasi yang lemah. Penurunan jumlah trombosit akibat infeksi virus dengue berperan dalam meningkatkan risiko perdarahan karena trombosit memiliki fungsi penting dalam proses hemostasis. Meskipun kekuatan hubungan yang diperoleh tergolong lemah, jumlah trombosit tetap menjadi indikator penting dalam menilai risiko perdarahan pada pasien DBD. Oleh karena itu, pemantauan jumlah trombosit secara berkala perlu dilakukan untuk mendukung deteksi dini dan pencegahan komplikasi perdarahan.</p> Serliana Audia Firnanda Isni Lailatul Maghfiroh Inta Susanti Copyright (c) 2026 Serliana Audia Firnanda, Isni Lailatul Maghfiroh , Inta Susanti https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-10-05 2026-10-05 12 3 452 461 10.33023/jikep.v12i3.3300 Hubungan work life balance dengan kepuasan kerja perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Dr Soegiri Lamongan https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/3301 <p><em>Work Life Balance</em> merupakan salah satu faktor yang memengaruhi kepuasan kerja perawat. Tingginya beban kerja, sistem kerja bergilir (<em>shift</em>), dan tuntutan pelayanan selama dua puluh empat jam sering menyebabkan ketidakseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi, sehingga berpotensi menurunkan kepuasan kerja perawat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan <em>Work Life Balance</em> dengan kepuasan kerja perawat di ruang rawat inap RSUD dr. Soegiri Lamongan. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Sampel penelitian terdiri atas 52 perawat yang dipilih menggunakan teknik <em>total sampling</em>. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner <em>Work Life Balance</em> dan kuesioner kepuasan kerja, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki <em>Work Life Balance</em> yang rendah, sedangkan kepuasan kerja umumnya berada pada kategori baik. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dengan kekuatan korelasi yang sangat kuat antara <em>Work Life Balance</em> dan kepuasan kerja perawat. Semakin baik <em>Work Life Balance</em> yang dimiliki perawat, semakin tinggi tingkat kepuasan kerjanya. Oleh karena itu, rumah sakit perlu mendukung terciptanya keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi perawat guna meningkatkan kepuasan kerja serta mutu pelayanan keperawatan.</p> Winda Agustina Suratmi Suratmi Nurul Hikmatul Qowi Karsim Karsim Copyright (c) 2026 Winda Agustina, Suratmi, Nurul Hikmatul Qowi, Karsim https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-10-05 2026-10-05 12 3 462 468 10.33023/jikep.v12i3.3301 Efektivitas pengawas menelan obat terhadap keberhasilan pengobatan tuberkulosis https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/3303 <p>Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Keberhasilan pengobatan TB sangat dipengaruhi oleh peran Pengawas Menelan Obat (PMO), yakni individu yang memastikan pasien meminum obat secara teratur dan tuntas. Terdapat dua kategori PMO yang umum digunakan dalam program penanggulangan TB, yaitu PMO dari anggota keluarga dan PMO dari tenaga kesehatan. Namun, efektivitas komparatif kedua jenis PMO tersebut terhadap keberhasilan pengobatan TB belum sepenuhnya dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas PMO anggota keluarga dengan PMO tenaga kesehatan terhadap keberhasilan pengobatan TB. Penelitian menggunakan desain kohort retrospektif dengan menganalisis data rekam medis pasien TB yang menjalani pengobatan. Keberhasilan pengobatan dinilai berdasarkan kriteria sembuh dan pengobatan lengkap sesuai standar program nasional pengendalian TB. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan jenis PMO dengan keberhasilan pengobatan. Penelitian ini diharapkan memberikan bukti ilmiah yang dapat digunakan sebagai dasar kebijakan penentuan jenis PMO yang paling efektif dalam mendukung keberhasilan pengobatan TB, sehingga berkontribusi pada pencapaian target eliminasi TB secara nasional.</p> Maria Pujiastuti Reri Noor Amelia Maria Magdalena Purba Copyright (c) 2026 Maria Pujiastuti, Reri Noor Amelia, Maria Magdalena Purba https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-10-05 2026-10-05 12 3 469 474 10.33023/jikep.v12i3.3303 Pengaruh edukasi stimulasi personal hygiene menggunakan media animasi interaktif terhadap kemandirian personal hygiene anak prasekolah RA Perwanida VIII Kabupaten Lamongan https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/3305 <p>Anak prasekolah memiliki kemandirian <em>personal hygiene</em> yang masih berkembang sehingga memerlukan stimulasi yang tepat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi stimulasi <em>personal hygiene</em> menggunakan media animasi interaktif terhadap kemandirian <em>personal hygiene</em> anak prasekolah di RA Perwanida VIII Kabupaten Lamongan. Penelitian ini menggunakan desain praeksperimen dengan rancangan <em>one-group pretest–posttest</em>. Populasi penelitian berjumlah 45 anak prasekolah yang dipilih menggunakan teknik <em>total sampling</em>. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kemandirian <em>personal hygiene</em> dan dianalisis dengan uji Wilcoxon <em>Signed-Rank Test</em> pada tingkat kemaknaan <em>p</em>&lt;0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar anak berada pada kategori kurang mandiri. Setelah diberikan edukasi stimulasi menggunakan media animasi interaktif, sebagian besar anak berada pada kategori mandiri. Analisis statistik menunjukkan adanya pengaruh edukasi stimulasi <em>personal hygiene</em> menggunakan media animasi interaktif terhadap kemandirian <em>personal hygiene</em> anak prasekolah. Edukasi stimulasi menggunakan media animasi interaktif terbukti meningkatkan kemandirian <em>personal hygiene</em> dengan membantu anak memahami dan meniru praktik kebersihan diri melalui stimulasi visual dan audio yang sesuai dengan tahap perkembangannya.</p> Rihla Muqoddasah Dadang Kusbiantoro Sylvi Harmiardillah Copyright (c) 2026 Rihla Muqoddasah, Dadang Kusbiantoro, Sylvi Harmiardillah https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-10-05 2026-10-05 12 3 475 482 10.33023/jikep.v12i3.3305 Hubungan kualitas tidur dengan tekanan darah pada lansia https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/3241 <p>Kualitas tidur pada lansia sering mengalami penurunan akibat proses penuaan dan dapat berkaitan dengan peningkatan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan tekanan darah pada pralansia dan lansia di Pondok Lansia Al-Ishlah Malang. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan potong lintang. Sampel dipilih menggunakan teknik total sampling. Kualitas tidur diukur menggunakan <em>Pittsburgh Sleep Quality Index</em> (PSQI), sedangkan tekanan darah diukur menggunakan tensimeter manual. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan <em>Spearman Rank</em> dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kualitas tidur buruk dan mengalami hipertensi. Terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dan hipertensi. Selain itu, terdapat hubungan positif dengan kekuatan sedang antara skor kualitas tidur dan tekanan darah. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin buruk kualitas tidur, semakin tinggi kecenderungan peningkatan tekanan darah pada pralansia dan lansia. Perawat perlu melakukan pengkajian kualitas tidur secara rutin serta memberikan edukasi mengenai <em>sleep hygiene</em>, aktivitas fisik, dan teknik relaksasi sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif untuk mengendalikan tekanan darah serta meningkatkan kualitas hidup lansia.</p> Anisa Ulil Hidayatunnadia Hidayatunnadia Dion Kunto Adi Patria Patria Copyright (c) 2026 Anisa Ulil Hidayatunnadia Hidayatunnadia; Dion Kunto Adi Patria Patria https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-10-05 2026-10-05 12 3 483 490 10.33023/jikep.v12i3.3241 Penerapan terapi relaksasi otot progresif dan rendam kaki dengan jahe merah terhadap penurunan tekanan darah: studi kasus https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/3304 <p>Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak dialami lansia dan seringkali menimbulkan komplikasi. Sebagian klien masih memiliki tekanan darah yang tidak terkontrol meskipun terapi farmakologis telah diberikan, sehingga diperlukan intervensi nonfarmakologis sebagai terapi pendamping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi terapi relaksasi otot progresif dan rendam kaki air hangat menggunakan jahe merah dalam menurunkan tekanan darah lansia hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan <em>pretest-posttets</em> pada satu responden lansia hipertensi. Intervensi diberikan selama tiga hari berturut-turut yang dilakukan dengan mengukur tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi. Instrumen yang digunakan meliputi sphygmomanometer, termometer air, dan lembar observasi tekanan darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan darah sistolik menurun 19–24 mmHg dan diastolik 3–24 mmHg selama tiga hari intervensi serta meningkatkan rasa rileks yang berpengaruh terhadap kualitas istirahat klien. Disimpulkan bahwa kombinasi terapi relaksasi otot progresif dan rendam kaki air hangat menggunakan jahe merah berpotensi menjadi intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam membantu pengendalian tekanan darah pada lansia hipertensi. Perawat komunitas maupun perawat di pelayanan primer dapat menggunakan kombinasi terapi ini sebagai intervensi pendamping untuk membantu mengendalikan tekanan darah, khususnya lansia dengan hipertensi.</p> Audy Oktavioni Tiara Putri Nur Melizza Copyright (c) 2026 Audy Oktavioni Tiara Putri, Nur Melizza https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-10-05 2026-10-05 12 3 491 498 10.33023/jikep.v12i3.3304 Intervensi pengaturan pola makan dalam mengatasi ketidakstabilan kadar glukosa darah pada lansia dengan diabetes mellitus https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/3395 <p>Diabetes melitus pada lansia memerlukan pengelolaan yang individual karena perubahan fisiologis, kemampuan <em>self-management</em>, dan kebiasaan makan dapat memengaruhi kontrol glikemik. Pengaturan pola makan merupakan salah satu komponen penting dalam manajemen diabetes melitus. Mendeskripsikan implementasi intervensi pengaturan pola makan serta mengevaluasi perubahan kadar glukosa darah dan perilaku makan pada lansia dengan diabetes melitus yang mengalami ketidakstabilan kadar glukosa darah. Studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan dilakukan pada seorang pasien lansia selama tiga hari. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pengkajian pola makan, dan pemantauan kadar glukosa darah. Intervensi meliputi edukasi dan pendampingan pengaturan jenis, jumlah, dan jadwal makan, pemilihan makanan dengan indeks glikemik lebih rendah, peningkatan asupan serat sesuai kebutuhan, serta pembatasan makanan dan minuman tinggi gula. Terjadi penurunan kadar glukosa darah selama periode observasi. Pasien mulai menerapkan pola makan sesuai jadwal, memilih makanan dengan indeks glikemik lebih rendah, serta mengurangi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula. Pengaturan pola makan yang disertai edukasi dan pendampingan menunjukkan perbaikan kadar glukosa darah dan perilaku makan selama periode observasi. Perawat dapat menerapkan edukasi diet individual, pemantauan glukosa darah, penguatan perilaku, dan pelibatan keluarga sebagai bagian dari dukungan <em>self-management</em> diabetes melitus pada lansia.</p> Nadya Eka Shelomita Nur Melizza Copyright (c) 2026 Nadya Eka Shelomita, Nur Melizza https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-10-05 2026-10-05 12 3 499 505 10.33023/jikep.v12i3.3395