Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep <p style="text-align: justify;">Jurnal Ilmiah Keperawatan adalah jurnal yang mewadahi dan mempublikasikan penelitian bidang kesehatan, terutama keperawatan, teknologi kesehatan, kesehatan masyarakat, dan bidang ilmu penunjang lainnya. Jurnal Ilmiah Keperawatan adalah jurnal yang terbit terbit 3 kali dalam setahun pada bulan Februari, Juni, dan Oktober.</p> UPPM STIKES Pemkab Jombang en-US Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) 2477-4391 <p>Authors who publish with Jurnal Ilmiah Keperawatan <em>(Scientific Journal of Nursing)</em> agree to the following terms:</p> <ol> <li>Authors retain copyright and grant Jurnal Ilmiah Keperawatan <em>(Scientific Journal of Nursing)</em> the right of first publication with the work simultaneously licensed under a <a href="https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/">Creative Commons Attribution 4.0 International License</a> that allows others to remix, adapt and build upon the work with an acknowledgment of the work's authorship and of the initial publication in Jurnal Ilmiah Keperawatan <em>(Scientific Journal of Nursing)</em>.</li> <li>Authors are permitted to copy and redistribute the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in Jurnal Ilmiah Keperawatan <em>(Scientific Journal of Nursing)</em>.</li> </ol> Tren penelitian self-directed learning readiness pada pendidikan keperawatan dan profesi kesehatan: analisis bibliometrik https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/3094 <p><em>Self-Directed Learning Readiness</em> (SDLR) merupakan kompetensi penting dalam pendidikan keperawatan dan profesi kesehatan. Seiring meningkatnya jumlah publikasi terkait SDLR, diperlukan pemetaan penelitian secara sistematis untuk memahami perkembangan dan fokus kajian yang telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren penelitian SDLR pada pendidikan keperawatan dan profesi kesehatan menggunakan pendekatan bibliometrik. Penelitian ini menggunakan desain bibliometrik dengan menganalisis artikel yang dipublikasikan pada periode 2015 – 2025 dan diindeks dalam basis data Scopus. Pencarian dilakukan menggunakan kombinasi kata kunci terkait SDLR dan pendidikan keperawatan serta profesi kesehatan. Analisis data meliputi tren publikasi tahunan, distribusi negara dan penulis, jejaring kolaborasi, serta analisis klaster tematik menggunakan perangkat lunak Biblioshiny dan VOSviewer. Hasil analisis menunjukkan bahwa publikasi SDLR mengalami fluktuasi dengan kecenderungan meningkat pada beberapa tahun terakhir. Kontribusi penelitian masih didominasi oleh negara dan penulis tertentu, dengan kolaborasi lintas institusi dan wilayah yang relatif terbatas. Analisis tematik menunjukkan bahwa penelitian SDLR terutama berfokus pada pengukuran kesiapan belajar mandiri dan konteks pendidikan keperawatan, sementara tema terkait pengembangan instrumen dan perluasan konteks profesi kesehatan masih terbatas.</p> Ratna Ratna Virgin Susilowati Copyright (c) 2026 Ratna, Virgin Susilowati https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-28 2026-06-28 12 2 187 196 10.33023/jikep.v12i2.3094 Literatur review analisis mendalam tentang fluorouracil sebagai obat sitostatika yang memengaruhi sistem pencernaan https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/2994 <p>Fluorourasil (5-FU) merupakan antimetabolit yang bekerja dengan menghambat sintesis DNA melalui inhibisi thymidylate synthase dan berintegrasi ke dalam RNA, sehingga merusak fungsi translasi dan memicu sitotoksisitas pada jaringan dengan proliferasi cepat, termasuk saluran cerna. Artikel ini bertujuan menjelaskan mekanisme toksisitas gastrointestinal 5-FU serta strategi mitigasi yang dapat diterapkan untuk mengurangi efek samping. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dari database Open Alex, Google Scholar, PubMed, dan Science Direct pada tahun 2015–2025. Dari 790 artikel yang ditemukan, terpilih 7 jurnal yang relevan untuk dianalisis. Hasil menunjukkan bahwa toksisitas 5-FU dipengaruhi oleh gangguan sintesis DNA/RNA, kerusakan epitel usus, disbiosis mikrobiota, dan variasi genetik DPYD menimbulkan efek samping yang dominan meliputi mukositis, diare, mual muntah, dan gangguan motilitas. Strategi mitigasi seperti edukasi self-care, dukungan nutrisi, probiotik, penyesuaian dosis, skrining DPYD, dan therapeutic drug monitoring terbukti menurunkan keparahan toksisitas. Kesimpulannya, 5-FU tetap penting dalam terapi kanker, namun memerlukan pemantauan ketat dan pendekatan multidisipliner untuk menjaga keamanan serta efektivitas terapi.</p> Siti Zulfah Alfinny Boanerges Aulia Putri Syah Vadysna Nabila Nur Ramadhan Zahwa Almauli Fatimah Nursabillah Fitrah Heri Ridwan Copyright (c) 2026 Siti Zulfah, Alfinny Boanerges, Aulia Putri Syah Vadysna, Nabila Nur Ramadhan, Zahwa Almauli Fatimah, Nursabillah Fitrah, Heri Ridwan https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-28 2026-06-28 12 2 167 180 10.33023/jikep.v12i2.2994 PENGARUH BEBAN KERJA PERAWAT TERHADAP KINERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT (SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW) https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/3201 <p><em>The workload of nurses is one of the important factors that affect the quality of health services in hospitals, especially in inpatient units with 24-hour service demands. This study aims to analyze the influence of nurse workload on nurse performance through a systematic literature review approach. The method used refers to the PRISMA (2020) guidelines, with data sources from Google Scholar, PubMed, Garuda, and ScienceDirect in the range of 2019–2025. Out of a total of 1,230 articles identified, 12 studies met the inclusion criteria for further analysis. The results showed a significant negative influence between workload and nurse performance. Some studies show insignificant results, where workload does not directly affect performance. These findings indicate that the relationship between workload and performance is complex, influenced by other factors such as burnout, work stress, motivation, and organizational support. Professional adaptation mechanisms, work experience, solid teamwork, and supportive leadership have been proven to moderate the impact of workload on nurse performance. Workload is not always a direct determinant, but acts as a trigger variable that affects psychological and organizational factors. This research emphasizes the importance of proportional workload management and organizational system support to improve nurse performance and health service quality.</em></p> Desy Nur Hidayah Tomy Suganda Copyright (c) 2026 Desy Nur Hidayah, Tomy Suganda https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-28 2026-06-28 12 2 230 241 10.33023/jikep.v12i2.3201 Hubungan pengorganisasian asuhan keperawatan tim terhadap penerapan asuhan keperawatan berfokus pasien (patient centered care) https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/3195 <p><em>Patient centered care</em> atau asuhan berfokus pasien merupakan asuhan yang terintegrasi yang membutuhkan kolaborasi intra dan interprofesional. Tantangan yang dihadapi kolaborasi interprofesional belum dilaksanakan dengan baik. Apalagi pengorganisasian asuhan keperawatan tim murni yang digunakan dalam mengorganisir asuhan keperawatan belum mengakomodir adanya perawat penaggung jawab asuhan selama pasien dirawat. Kondisi ini menjadikan sulitnya kolaborasi interprofesional dilakukan dengan baik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengorganisasian asuhan keperawatan Tim dengan pelaksanaan <em>patient centered care.</em> Metode penelitian kwantitatip, desain deskriptif analitik dengan pendekatan <em>crossectional</em>. Jumlah sample sebanyak 47 perawat ruang rawat inap. Analisis bivariate menggunakan <em>spearmen’s rank.</em> Hasil terdapat hubungan antara pengorganisasian Tim dengan pelaksanaan <em>patient centerd care</em>. Dari hasil uji didapatkan tingkat kekuatan korelasi/ hubungannya sangat kuat dengan arah hubungan positif. Semakin pengorganisasian Tim baik maka penerapan <em>patient centerd care</em> akan semakin baik. Hendaknya pengorganisasian tim dioptimalkan dengan modifikasi Ketua Tim sebagai Perawat Penaggung Jawab Asuhan yang berperan sebagai <em>care coordinator</em> dan <em>clinical leader</em> yang bertanggung jawab secara komprehensif terhadap seluruh proses asuhan keperawatan agar kolaborasi intra dan interprofesional bisa dilaksanakan dengan baik sehingga pelaksanaan asuhan berfokus pasien lebih optimal.</p> Eni Widiastuti Masmum Zuryati Masmum Zuryati Awaliah Awaliah Idriani Idriani Erwan Setiyono Mas Asep Sunandar Copyright (c) 2026 Eni Widiastuti, Masmum Zuryati, Masmum Zuryati, Awaliah, Idriani, Erwan Setiyono, Mas Asep Sunandar https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-28 2026-06-28 12 2 213 221 10.33023/jikep.v12i2.3195 Hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan self care activity pada penderita diabetes melitus di Puskesmas Licin Kabupaten Banyuwangi https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/3140 <p>Dukungan keluarga sangat esensial dalam manajemen pencegahan diabetes melitus guna mengurangi risiko komplikasi. <em>Self care activity</em> pada diabetes mengacu pada serangkaian upaya untuk membantu mengontrol kadar gula darah, sehingga pasien dapat mencapai kondisi kesehatan yang lebih optimal. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi korelasi antara tingkat pemahaman mengenai <em>self care activity</em> dengan pasien diabetes melitus di Puskesmas Licin. Investigasi ini mengaplikasikan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelatifmenggunakan metode <em>cros sectional study</em>. Populasi riset meliputi 96 responden, dengan 77 responden dipilih sebagai sampel. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara <em>random sampling</em>. Proses pengumpulan data memanfaatkan instrumen kuesioner, dan analisis statistik dilakukan menggunakan uji <em>chi square</em>.Temuan riset yang signifikan (nilai p=0,001) mengindikasikan keberadaan hubungan substansial antara dukungan keluarga dengan kepatuhan terhadap <em>self care activity</em> pada individu yang menderita diabetes melitus di Puskesmas Licin, Kabupaten Banyuwangi. Perilaku perawatan diri (<em>self care</em>) pada diabetes memegang peranan krusial, mencakup regulasi diet dan pola makan, pelaksanaan aktivitas fisik atau olahraga secara teratur, konsumsi obat secara rutin, pemeriksaan kadar glukosa darah, serta perawatan kaki secara periodik untuk mencapai luaran yang maksimal. Keterlibatan dukungan keluarga sangat diperlukan guna mengoptimalkan implementasi perilaku perawatan diri bagi pasien diabetes melitus.</p> Eko Prabowo Ummy Permatasari Copyright (c) 2026 Eko Prabowo, Ummy Permatasari https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-28 2026-06-28 12 2 197 204 10.33023/jikep.v12i2.3140 Pengaruh bimbingan fisik dan mental terhadap resiliensi pada remaja putri di Balai Rehabilitasi Sosial dan Pengasuhan Anak Daerah Istimewa Yogyakarta https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/3030 <p>Remaja rentan mengalami stress dan masalah kesehatan mental, sehingga dibutuhkan pondasi yang melindungi remaja seperti <em>self resilience</em>. Balai Rehabilitasi Sosial dan Pengasuhan Anak (BRSPA) bertugas melakukan rehabilitasi dan pengasuhan anak terlantar hingga berusia 18 tahun, setelahnya dikembalikan kepada kelurga atau mereka mulai menempuh kehidupan selanjutnya. Sehingga diperlukan kemampuan <em>self resilience</em> yang baik agar remaja dapat menghadapi situasi sulit dalam kehidupan. Menganalisis efektivitas dari bimbingan kesehatan fisik dan mental terhadap <em>self resilience </em>dan Pengasuhan Anak Daerah Istimewa Yogyakarta. Jenis penelitian kuantitatif dengan <em>quasi experimental design</em> dan pendekatan <em>one group pre post test design. </em>Populasi penelitian adalah seluruh remaja putri sejumlah 25 orang dengan menggunakan <em>total sampling.</em> Intervensi yang diberikan berupa bimbingan fisik dalam bentuk senam dan bimbingan mental dalam bentuk aktivitas <em>group guidance</em>. Resiliensi diukur menggunakan alat ukur <em>Child Youth Resilience Measure-Revised </em>(CYRM-R).Uji analisis menggunakan uji <em>Wilcoxon Signed-Rank Test</em> untuk membandingkan nilai <em>self resilience</em>. Sebelum pelaksanaan bimbingan fisik dan mental, responden memiliki resiliensi mayoritas dalam kategori rendah. Sedangkan setelah dilaksanakan bimbingan fisik dan mental, responden mayoritas memiliki resiliensi dalam kategori rendah dan sedang dengan frekuensi yang sama. Sehingga terdapat perbedaan resiliensi diri sebelum dan sesudah bimbingan fisik dan mental.</p> Sitti Khadijah Dheska Arthyka Palifiana Ririn Wahyu Widayati Tia Amestiasih Hasnah Hanifah Rinardi Feriawan Agung Nugroho Copyright (c) 2026 Sitti Khadijah, Dheska Arthyka Palifiana, Ririn Wahyu Widayati, Tia Amestiasih, Hasnah Hanifah Rinardi, Feriawan Agung Nugroho https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-28 2026-06-28 12 2 181 186 10.33023/jikep.v12i2.3030 Pengaruh terapi butterfly hug terhadap tingkat kecemasan remaja https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/3204 <p>Masa remaja merupakan fase transisi yang rentan terhadap berbagai permasalahan kesehatan mental, salah satunya kecemasan. Salah satu intervensi non farmakologis yang dapat diterapkan secara mandiri untuk menurunkan kecemasan adalah terapi <em>butterfly hug</em>. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi <em>butterfly hug </em>terhadap tingkat kecemasan remaja di SMA Negeri 3 Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan <em>one group pretest-posttest</em>. Sampel penelitian berjumlah 77 remaja kelas XI dan XII yang dipilih menggunakan teknik <em>stratified random sampling</em>. Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner <em>Zung Self-Rating Anxiety Scale </em>(Z-SAS) sebelum dan sesudah pemberian terapi <em>butterfly hug</em>. Analisis data dilakukan menggunakan uji <em>Wilcoxon Signed Rank Test</em>. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan remaja setelah diberikan terapi <em>butterfly hug</em>. Uji statistik menunjukkan nilai p &lt; 0,05, yang menandakan terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat kecemasan sebelum dan sesudah intervensi. Terapi <em>butterfly hug </em>berpengaruh signifikan dalam menurunkan tingkat kecemasan remaja di SMA Negeri 3 Palangka Raya. Implikasi keperawatan dari penelitian ini adalah perawat komunitas dan perawat sekolah dapat mengimplementasikan terapi <em>butterfly hug</em> sebagai intervensi keperawatan mandiri yang mudah, aman, dan efektif dalam mengatasi kecemasan pada remaja di tatanan praktik keperawatan komunitas maupun keperawatan sekolah.</p> Chandra Paksi Hadi Purnomo Bagus Rahmat Santoso M. Sandi Suwardi M. Sobirin Mohtar Copyright (c) 2026 Chandra Paksi Hadi Purnomo, Bagus Rahmat Santoso, M. Sandi Suwardi, M. Sobirin Mohtar https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-28 2026-06-28 12 2 242 247 10.33023/jikep.v12i2.3204 Pengaruh jus tomat dan Murottal Al-Quran terhadap kadar glukosa darah pada pasien Diabetes Mellitus https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/2865 <p>Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah. Kadar glukosa darah yang tidak terkontrol dapat menimbulkan berbagai komplikasi. Terapi nonfarmakologis seperti konsumsi jus tomat yang kaya likopen dan terapi murrotal Al-Qur’an yang bersifat relaksatif dinilai mampu membantu menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pemberian jus tomat dan terapi murrotal Al-Qur’an terhadap penurunan kadar glukosa darah pada pasien DM di RSUD Karangkembang Babat. Penelitian ini menggunakan desain <em>one group pre-post test design</em>. Populasi penelitian sebanyak 52 responden dengan menggunakan teknik <em>consecutive sampling</em> didapatkan 34 responden. Intervensi terapi pemberian jus tomat dan mendengarkan murrotal surat Al-Mulk setiap pagi selama 7 hari. Penelitian menggunakan lembar observasi dan SOP. Data kemudian dilakukan uji normalitas dan data berdistribusi tidak normal dianalisis menggunakan Uji <em>Wilcoxon</em>. Hasil penelitian menunjukkan sebelum diberikan intervensi dari 34 responden (61,8%) memiliki kadar glukosa darah yang tinggi. Setelah diberikan intervensi memiliki kadar glukosa darah rendah. Berdasarkan hasil tersebut artinya adanya pengaruh pemberian intervensi jus tomat dan murrotal Al-Qur’an. Kombinasi jus tomat dan murrotal Al-Qur’an efektif menurunkan kadar glukosa darah pada pasien DM. Terapi ini dapat dijadikan sebagai terapi komplementer nonfarmakologis dalam pengelolaan DM.</p> Fitria Kusnul Khotimah Virgianti Nur Faridah Risky Asta Pramestirini Copyright (c) 2026 Fitria Kusnul Khotimah, Nur Virgianti Faridah, Risky Asta Pramestirini https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-11 2026-06-11 12 2 162 166 10.33023/jikep.v12i2.2865 Hubungan fungsi sosialisasi keluarga dan dukungan keluarga dengan resiliensi psikososial remaja dalam menghadapi bencana Sosial Digital https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/3198 <p><strong>Pendahuluan:</strong> Perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan psikososial bagi remaja seperti cyberbullying, konflik daring, dan tekanan media sosial yang dapat memengaruhi kemampuan adaptasi. Resiliensi psikososial menjadi aspek penting dalam menghadapi tekanan tersebut, dengan keluarga sebagai faktor protektif melalui fungsi sosialisasi dan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan fungsi sosialisasi keluarga dan dukungan keluarga dengan resiliensi psikososial remaja dalam menghadapi bencana sosial digital<strong> Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 66 siswa SMP Muhammadiyah Paleran yang dipilih menggunakan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen resiliensi psikososial remaja, fungsi sosialisasi keluarga, dan dukungan keluarga, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear. <strong>Hasil:</strong> Dukungan keluarga berhubungan signifikan dengan resiliensi psikososial remaja, sedangkan fungsi sosialisasi keluarga tidak berhubungan signifikan. Model menjelaskan 8,8% variasi resiliensi remaja . <strong>Kesimpulan:</strong> Dukungan keluarga merupakan faktor protektif utama dalam meningkatkan resiliensi psikososial remaja. Perawat keluarga dan komunitas dapat mengembangkan intervensi berbasis keluarga melalui penguatan komunikasi suportif, edukasi digital parenting, dan peningkatan kapasitas keluarga dalam mendukung kesehatan mental remaja.</p> Ayesie Natasa Zulka Zuhrotul Eka Yulis Anggraeni Nabila Putrinda Azizah Dimas Andren Alfiansyah Copyright (c) 2026 Ayesie Natasa Zulka, Zuhrotul Eka Yulis Anggraeni, Nabila Putrinda Azizah, Dimas Andren Alfiansyah https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-28 2026-06-28 12 2 222 229 10.33023/jikep.v12i2.3198 Asuhan keperawatan pada pasien chronic kidney disease stadium lanjut dengan pola napas tidak efektif: laporan kasus https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/3188 <p><em>Chronic Kidney Disease</em> (CKD) stadium lanjut dapat menimbulkan gangguan respirasi akibat retensi cairan, kongesti paru, anemia, dan komorbid kardiovaskular. Kondisi ini dapat memunculkan masalah keperawatan berupa pola napas tidak efektif yang memerlukan pengkajian komprehensif dan intervensi berbasis clinical reasoning. Studi kasus ini bertujuan menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada pasien CKD stadium lanjut dengan diagnosis keperawatan pola napas tidak efektif. Penelitian ini menggunakan desain laporan kasus dengan subjek seorang pasien laki-laki CKD stadium lanjut yang dirawat di ruang Al ‘Ashr RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Instrumen yang digunakan meliputi format pengkajian keperawatan, lembar observasi tanda vital, pulse oximeter, dan rekam medis. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan telaah rekam medis. Penetapan diagnosis, luaran, dan intervensi keperawatan mengacu pada SDKI, SLKI, dan SIKI. Intervensi meliputi pemantauan respirasi, posisi semi-Fowler, manajemen aktivitas, serta edukasi pasien dan keluarga. Hasil asuhan menunjukkan perbaikan pola napas, penurunan keluhan sesak, dan peningkatan kenyamanan pasien. Simpulan klinis menunjukkan bahwa asuhan keperawatan berbasis clinical reasoning dengan intervensi semi-Fowler dapat membantu memperbaiki pola napas pada pasien CKD stadium lanjut. Implikasi keperawatan dari studi ini adalah pentingnya pengkajian respirasi komprehensif yang tidak hanya berfokus pada saturasi oksigen.</p> Gunawan Gunawan Aini Inayati Copyright (c) 2026 Gunawan, Aini Inayati https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-28 2026-06-28 12 2 205 212 10.33023/jikep.v12i2.3188