Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep <p style="text-align: justify;">Jurnal Ilmiah Keperawatan adalah jurnal yang mewadahi dan mempublikasikan penelitian bidang kesehatan, terutama keperawatan, teknologi kesehatan, kesehatan masyarakat, dan bidang ilmu penunjang lainnya. Jurnal Ilmiah Keperawatan adalah jurnal yang terbit terbit 3 kali dalam setahun pada bulan Februari, Juni, dan Oktober.</p> en-US <p>Authors who publish with Jurnal Ilmiah Keperawatan <em>(Scientific Journal of Nursing)</em> agree to the following terms:</p> <ol> <li>Authors retain copyright and grant Jurnal Ilmiah Keperawatan <em>(Scientific Journal of Nursing)</em> the right of first publication with the work simultaneously licensed under a <a href="https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/">Creative Commons Attribution 4.0 International License</a> that allows others to remix, adapt and build upon the work with an acknowledgment of the work's authorship and of the initial publication in Jurnal Ilmiah Keperawatan <em>(Scientific Journal of Nursing)</em>.</li> <li>Authors are permitted to copy and redistribute the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in Jurnal Ilmiah Keperawatan <em>(Scientific Journal of Nursing)</em>.</li> </ol> jikep@spj.ac.id (Ratna Puji Priyanti) journal@spj.ac.id (Vega Yobel Wijaya) Mon, 02 Feb 2026 00:00:00 +0000 OJS 3.2.0.2 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Efektivitas therapeutic patient education berbasis augmented reality terhadap self-efficacy pasien diabetes melitus tipe 2: Studi kuasi-eksperimental https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/3064 <p><strong>Latar Belakang:</strong> Kepatuhan pasien Diabetes Mellitus tipe 2 dalam pengelolaan penyakit sering kurang optimal akibat keterbatasan pengetahuan, kepercayaan diri, dan konsistensi perilaku. Therapeutic patient education berbasis augmented reality dikembangkan sebagai media edukasi interaktif untuk meningkatkan kemandirian pasien dalam pengelolaan diabetes. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas therapeutic patient education berbasis augmented reality terhadap efikasi diri pasien Diabetes Melitus Tipe 2. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan pretest–posttest kelompok kontrol. Sampel berjumlah 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Instrumen penelitian menggunakan Diabetes Management Self-Efficacy Scale. Analisis perbedaan sebelum dan sesudah intervensi pada masing-masing kelompok menggunakan uji Wilcoxon, sedangkan perbedaan antara kelompok pada pengukuran setelah intervensi dianalisis menggunakan uji Mann–Whitney. <strong>Hasil:</strong> Terdapat peningkatan efikasi diri yang signifikan pada kelompok intervensi setelah pemberian therapeutic patient education berbasis augmented reality, sedangkan pada kelompok kontrol tidak ditemukan perubahan yang signifikan. Hasil uji Mann–Whitney menunjukkan bahwa skor efikasi diri kelompok intervensi pada pengukuran pascaintervensi secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. <strong>Simpulan:</strong> Therapeutic patient education berbasis augmented reality lebih efektif dibandingkan edukasi standar dalam meningkatkan efikasi diri pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dan berpotensi diintegrasikan sebagai media edukasi dalam pelayanan kesehatan.</p> Novita Fajriyah, Rina Budi Kristiani, Susanti, Sosilo Yobel Copyright (c) 2026 Novita Fajriyah, Rina Budi Kristiani, Susanti, Susilo Yobel https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/3064 Mon, 02 Feb 2026 00:00:00 +0000 Tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar pada bayi 0-9 bulan https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/2911 <p>Imunisasi dasar merupakan salah satu upaya penting dalam pencegahan penyakit menular pada bayi. Cakupan imunisasi dasar lengkap (IDL) di Indonesia pada tahun 2023 tercatat sebesar 84,5%, masih berada di bawah target WHO sebesar 95%. Salah satu wilayah di Indonesia yang cakupan IDLnya masih rendah adalah wilayah kerja Puskesmas I Denpasar Utara. Tingkat pengetahuan ibu menjadi faktor yang berperan penting dalam kelengkapan imunisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar pada bayi usia 0–9 bulan di wilayah kerja Puskesmas I Denpasar Utara. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel penelitian adalah ibu yang memiliki bayi usia 0–9 bulan, dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (64,7%) memiliki pengetahuan yang baik dengan nilai rerata skor pengetahuan adalah 77,41. Namun meskipun demikian masih terdapat ibu dengan pengetahuan cukup hingga kurang, sehingga perlu adanya edukasi berkelanjutan dari tenaga kesehatan. Peningkatan pengetahuan ibu diharapkan dapat mendukung cakupan imunisasi dasar yang lebih optimal dan menjamin perlindungan kesehatan bayi sejak dini.</p> Ni Nyoman Arista Dewi , Ni Made Sekar Sari, Desak Made Serinadi, Ni Luh Made Asri Dewi Copyright (c) 2026 Ni Nyoman Arista Dewi , Ni Made Sekar Sari, Desak Made Serinadi, Ni Luh Made Asri Dewi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/2911 Wed, 11 Feb 2026 00:00:00 +0000 Hubungan faktor organisasi dengan kinerja perawat dalam pemberian asuhan keperawatan https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/2924 <p>Kualitas pelayanan dan hasil kesehatan yang diharapkan, yang menunjukkan bahwa kinerja perawat tidak hanya memengaruhi diri mereka sendiri tetapi juga berdampak luas pada keselamatan dan kualitas pelayanan kepada pasien Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan faktor organisasi dengan kinerja perawat dalam memberikan asuhan keperawatan. Penelitian ini menggunakan metode Analisis Korelasi dengan pendekatan <em>Cross Sectional </em>dengan menggunakan teknik <em>probality sampling </em>berupa <em>sample random sampling </em>diperoleh 58 responden menggunakan instrument lembar kuesioner faktor organisasi dan kinerja perawat. Penelitian ini memperoleh hasil faktor organisasi sebagian besar kategori baik dan sebagian besar perawat memiliki kinerja perawat dalam memberikan asuhan keperawatan dengan kategori baik. Penelitian ini menggunakan uji <em>Spearman rank </em>dengan nilai p&lt;0,05 yang berarti ada hubungan faktor organisasi dengan kinerja perawat dalam memberikan asuhan keperawatan. Berdasarkan penelitian diharapkan perilaku perawat dalam faktor organisasi dengan kinerja perawat dalam memberikan asuhan keperawatan harus dilandasi oleh pemahaman yang baik.</p> Diana Aprilia Pratiwi, Suratmi Suratmi, Nurul Hikmatul Qowi Copyright (c) 2026 Diana Aprilia Pratiwi, Suratmi Suratmi, Nurul Hikmatul Qowi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/2924 Thu, 12 Feb 2026 00:00:00 +0000 Hubungan self efficacy dengan kejadian baby blues syndrom pada ibu post partum https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/2964 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self-efficacy dengan kejadian baby blues syndrome pada ibu postpartum di wilayah kerja Puskesmas Telaga Biru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu postpartum yang berada di wilayah kerja Puskesmas Telaga Biru pada periode Januari–Maret 2025, dengan jumlah responden sebanyak 43 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah <em>Total sampling</em>. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner self-efficacy dan <em>Edinburgh Postnatal Depression Scale</em> (EPDS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara self-efficacy dengan kejadian baby blues syndrome pada ibu postpartum. Hubungan yang terbentuk bersifat negatif, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat self-efficacy ibu postpartum, maka semakin rendah risiko terjadinya baby blues syndrome. Penelitian ini menyimpulkan bahwa self-efficacy memiliki peran penting dalam menurunkan risiko terjadinya baby blues syndrome pada ibu postpartum. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan dan dukungan psikososial untuk meningkatkan self-efficacy ibu selama masa kehamilan dan setelah persalinan.</p> Rahmatya Putri Ayu Badjuka, Ani Retni, Fahmi A. Lihu Copyright (c) 2026 Rahmatya Putri Ayu Badjuka, Ani Retni, Fahmi A. Lihu https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/2964 Thu, 12 Feb 2026 00:00:00 +0000 Dibalik strategi nonfarmakologis untuk nyeri punggung kronis: Terapi Su Jok pada lansia dengan Hernia Nukleus Pulposus (HNP) https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/2934 <p>Hernia Nukleus Pulposus (HNP) merupakan penyebab utama nyeri punggung kronis pada lansia yang memengaruhi mobilitas dan kualitas hidup. Pendekatan farmakologis sering digunakan, tetapi berisiko menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif nonfarmakologis seperti terapi Su Jok. Laporan kasus ini mengevaluasi efektivitas Su Jok dalam menurunkan nyeri dan meningkatkan mobilitas pada pasien lansia dengan HNP. Seorang pasien perempuan usia 59 tahun dengan keluhan nyeri punggung bawah menjalar hingga kedua kaki, skala nyeri 7–8, Intervensi dilakukan melalui pemijatan area tangan (Su) pada punggung tangan (yang) di titik korespondensi punggung lumbal 1–5 serta ruas jari manis dan tengah yang berkaitan dengan area kaki, dilanjutkan dengan penempelan biji chia seed selama ±30 menit. Pasien diedukasi melakukan terapi mandiri di rumah 1–2 kali per minggu. Setelah intervensi, skala nyeri menurun menjadi 5, disertai peningkatan kemampuan berjalan dan kenyamanan. Pasien menunjukkan respon emosional positif berupa motivasi dan kepercayaan diri untuk melakukan terapi mandiri serta tidak ditemukan efek samping. Terapi Su Jok terbukti aman dan berhasil meredakan nyeri dan dapat diterapkan sebagai intervensi komplementer nonfarmakologis untuk menurunkan nyeri punggung kronis pada lansia dengan HNP. Edukasi terapi mandiri memperkuat keberlanjutan hasil positif, diharapkan akan meningkatkan kepatuhan pasien.</p> Dwina Oktavia Deli, Petrus Paris Rumsori, Rurry Nindya Taluphyta, Ariani Arista Putri Pertiwi, Intansari Nurjannah Copyright (c) 2026 Dwina Oktavia Deli, Petrus Paris Rumsori, Rurry Nindya Taluphyta, Ariani Arista Putri Pertiwi, Intansari Nurjannah https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/2934 Wed, 11 Feb 2026 00:00:00 +0000 Pengaruh terapi jalan kaki 30 menit terhadap penurunan tekanan darah pada lanjut usia (lansia) penderita hipertensi https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/2937 <p>Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat, termasuk di Indonesia. Kondisi ini sering terjadi pada lanjut usia (lansia) akibat perubahan fisiologis seiring bertambahnya usia. Salah satu pendekatan non-farmakologis yang efektif untuk menurunkan tekanan darah adalah terapi jalan kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi jalan kaki selama 30 menit terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Desain penelitian ini adalah pra-eksperimen dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Sampel berjumlah 52 lansia yang dipilih dengan teknik purposive sampling dari total populasi 108 orang. Intervensi berupa jalan kaki selama 30 menit dilakukan sebanyak 12 kali dalam satu bulan, dengan frekuensi tiga kali per minggu. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan tensimeter digital. Data dianalisis dengan uji Paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan tekanan darah. Sebelum diberikan intervensi mayoritas dengan hipeternsi Tingkat 1 dan setelah diberikan intervensi mayoritas responden pada kategori pra hipertensi dengan nilai statistik p: 0.000. Maka, dapat disimpulkan bahwa terdapat adanya pengaruh aktivitas jalan kaki terhadap tekanan darah pada lansia hipertensi. Terapi jalan kaki 30 menit terbukti efektif sebagai intervensi non-farmakologis dalam menurunkan tekanan darah lansia hipertensi.</p> Ninda Puspitasari, Siti Sholikhah, Abdul Majid Copyright (c) 2026 Ninda Puspitasari, Siti Sholikhah, Abdul Majid https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/2937 Thu, 12 Feb 2026 00:00:00 +0000 Hubungan frekuensi suction dengan status oksigenasi pasien terpasang ventilator di ruang ICU RSUD dr Soegiri Lamongan https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/2955 <p data-start="110" data-end="766">Oksigenasi merupakan kebutuhan dasar manusia yang sangat penting dalam menunjang metabolisme sel, mempertahankan kehidupan, serta mendukung fungsi berbagai organ tubuh. Pasien dengan kondisi gagal napas yang dirawat di ruang perawatan intensif umumnya memerlukan ventilator mekanik sebagai alat bantu pernapasan. Selama penggunaan ventilator, sering terjadi penumpukan sekret pada jalan napas yang dapat menyebabkan obstruksi dan menurunkan status oksigenasi. Salah satu tindakan keperawatan yang dilakukan untuk mengatasi kondisi tersebut adalah suction. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara frekuensi tindakan suction dengan status oksigenasi pada pasien yang terpasang ventilator mekanik di ruang Intensive Care Unit RSUD Soegiri Lamongan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan potong lintang. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap frekuensi suction serta pengukuran status oksigenasi yang meliputi saturasi oksigen dan frekuensi pernapasan setelah tindakan suction dilakukan dengan menggunakan pulse oximetry. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara frekuensi suction dengan status oksigenasi pasien yang terpasang ventilator mekanik. Tindakan suction yang dilakukan secara tepat terbukti membantu menjaga kebersihan jalan napas dan meningkatkan status oksigenasi pasien. Oleh karena itu, suction merupakan intervensi keperawatan yang penting dalam perawatan pasien dengan ventilator mekanik</p> Winda Sri Ramadhani, Isni Lailatul Maghfiroh, Dadang Kusbiantoro Copyright (c) 2026 Winda Sri Ramadhani, Isni Lailatul Maghfiroh, Dadang Kusbiantoro https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/2955 Thu, 12 Feb 2026 00:00:00 +0000 Pengaruh GENSMART berbasis teman sebaya terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang kesehatan reproduksi https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/2956 <p>Masalah kesehatan reproduksi remaja masih menjadi isu penting di Indonesia. Kurangnya informasi dan metode penyampaian yang kurang menarik bagi remaja menambah <em>urgensi</em> untuk melakukan pendekatan edukatif yang relevan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh <em>GENSMART</em> berbasis teman sebaya terhadap tingkat pengetahuan dan sikap remaja tentang kesehatan reproduksi. Desain penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimen dengan pendekatan <em>One Group Pre-Post Test Design</em>. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas bina prestasi (<em>BINPRES</em>) kelas 7 dan 8 di SMP Negeri 1 Paciran sebanyak 107 responden, dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan dan sikap, yang telah diadopsi dari penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan sebelum intervensi, sebagian besar siswa memiliki pengetahuan kurang dan hampir seluruhnya memiliki sikap baik. Namun setelah intervensi, hampir seluruhnya siswa memiliki pengetahuan cukup dan seluruh siswa menunjukkan sikap baik. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil didapatkan adanya pengaruh intervensi pelatihan <em>GENSMART</em> terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap siswa tentang kesehatan reproduksi. Upaya seperti pelatihan <em>GENSMART</em> dapat direkomendasikan sebagai program berkelanjutan yang melibatkan tenaga kesehatan dan pendidik untuk mendorong peningkatan literasi kesehatan reproduksi sejak dini.</p> Dina Ayu Shofiyanti, Heny Ekawati, Wahyu Retno Gumelar Copyright (c) 2026 Dina Ayu Shofiyanti, Heny Ekawati, Wahyu Retno Gumelar https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/2956 Thu, 12 Feb 2026 00:00:00 +0000 Kader posyandu sebagai ujung tombak deteksi dini masalah gizi pada balita https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/2958 <p>Masalah gizi pada balita masih menjadi isu kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Desa Tiyingtali, Kecamatan Abang, Karangasem. Tingginya angka stunting dan kurang optimalnya pemantauan pertumbuhan menunjukkan perlunya penguatan deteksi dini di tingkat komunitas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran kader Posyandu dalam deteksi dini masalah gizi balita. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposive, melibatkan 15 informan kunci (kader, ibu balita, perbekel, bidan desa, dan perawat). Analisis data mengikuti model Miles dan Huberman serta triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kader berperan sebagai pemantau, pencatat, edukator, dan pelacak. Sebagai pemantau, kader melakukan pengukuran antropometri rutin dan mengidentifikasi kasus stunting. Sebagai pencatat, kader mendokumentasikan pengukuran ke KMS, SIP, dan membantu pelaporan E-PPGBM. Sebagai edukator, kader memberikan penyuluhan mengenai ASI eksklusif, MP-ASI, dan grafik pertumbuhan. Sebagai pelacak, kader melakukan kunjungan rumah pada balita yang tidak hadir atau berisiko gizi. Temuan menegaskan peran penting kader Posyandu dalam mendukung deteksi dini dan pencegahan masalah gizi balita.</p> <p> </p> Ni Ketut Desi Antari, Desak Putu Risna Dewi , Nyoman Sri Ariantini Copyright (c) 2026 Ni Ketut Desi Antari, Desak Putu Risna Dewi , Nyoman Sri Ariantini https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/2958 Thu, 12 Feb 2026 00:00:00 +0000 Efektivitas dan efek samping penggunaan suplementasi zinc dalam penatalaksanaan diare pada anak: Literature review https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/2960 <p>Diare masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas anak di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Penanganan yang kurang tepat dapat memperburuk kondisi anak akibat kehilangan cairan dan elektrolit. Salah satu terapi tambahan yang direkomendasikan adalah suplementasi zinc, yang dapat mempercepat regenerasi mukosa usus, meningkatkan kekebalan tubuh, dan membantu perbaikan penyerapan nutrisi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas serta efek samping penggunaan suplementasi zinc dalam tatalaksana diare pada anak. Metodologi yang digunakan adalah <em>literature review </em>dengan mencari artikel dari Google Scholar, PubMed, dan Crossref dari tahun 2015–2025. Dari total 406 artikel yang ditemukan, diseleksi tujuh studi relevan dengan metode eksperimen, quasi eksperimen, dan deskriptif retrospektif. Hasil dari sintesis menunjukkan bahwa pemberian suplementasi zinc dapat secara efektif mengurangi durasi dan frekuensi diare, mempercepat proses penyembuhan, serta mengurangi risiko kekambuhan sekitar 27–34%. Kombinasi zinc dengan probiotik juga terbukti lebih efektif daripada penggunaan secara terpisah. Efek samping yang biasanya muncul cenderung ringan, seperti mual atau rasa logam di mulut, dan tidak memerlukan penghentian terapi. Oleh karena itu, suplementasi zinc adalah intervensi yang aman dan efisien sebagai terapi tambahan diare pada anak. Tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam memberikan edukasi dan melakukan pemantauan agar terapi dapat memberikan manfaat secara optimal.</p> Neng Nurul Khotimah, Regina Venus Yuniar, Silvany Eka Puteri, Akhmad Ryan Hidayat, Silvia Agnesty, Ailsa Shakira Maulani, Heri Ridwan Copyright (c) 2026 Neng Nurul Khotimah, Regina Venus Yuniar, Silvany Eka Puteri, Akhmad Ryan Hidayat, Silvia Agnesty, Ailsa Shakira Maulani, Heri Ridwan https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/2960 Thu, 12 Feb 2026 00:00:00 +0000 Hubungan penggunaan media sosial dan tingkat stress dengan kejadian insomnia pada mahasiswa https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/2991 <p><em>Insomnia</em> merupakan gangguan tidur yang ditandai dengan kesulitan untuk memulai tidur, mempertahankan tidur, atau bangun terlalu pagi dan tidak dapat tidur kembali. Masalah ini banyak dialami oleh mahasiswa karena berbagai tekanan, salah satunya adalah penggunaan media sosial secara berlebihan dan tingkat stres yang tinggi. Jika tidak ditangani, <em>insomnia </em>dapat menyebabkan penurunan daya konsentrasi, gangguan emosional, serta menurunnya prestasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan media sosial dan tingkat stres dengan kejadian insomnia pada mahasiswa Keperawatan semester IV Universitas Muhammadiyah Lamongan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasi analitik pendekatan cross-sectional dan melibatkan 67 responden yang dipilih melalui teknik total sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi kuesioner <em>Insomnia</em> Severity Index (ISI), Depression Anxiety Stress Scale (DASS), dan kuesioner penggunaan media sosial. Data dianalisis menggunakan uji korelasi <em>Spearman Rho</em>. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara penggunaan media sosial dengan kejadian <em>insomnia</em> dan juga antara tingkat stres dengan kejadian <em>insomnia</em>. Berdasarkan hasil tersebut penggunaan media sosial dan tingkat stress dapat mempengaruhi terjadinya insomnia. Maka dapat disimpulkan bahwasanya semakin tinggi frekuensi dan durasi penggunaan media sosial serta tingkat stres, semakin besar risiko mengalami <em>insomnia</em></p> Enik Purnamasari, Dadang Kusbiantoro, Arifal Aris Copyright (c) 2026 Enik Purnamasari, Dadang Kusbiantoro, Arifal Aris https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/2991 Thu, 19 Feb 2026 00:00:00 +0000 Analisis outcome pasien bedah dan non bedah di IGD berdasarkan early warning score https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/3004 <p>Perburukan kondisi pasien di rawat inap dapat diprediksi dengan menggunakan <em>Early</em> <em>Warning</em> <em>Score</em> (EWS). Urgensi penelitian ini adalah dampak implementasi EWS terhadap <em>outcome</em> pasien masih belum bisa dipastikan pada berbagai populasi termasuk pasien bedah dan non bedah yang menjadi fokus penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Outcome Pasien Bedah dan Non-Bedah di IGD Berdasarkan EWS. Metode penelitiannya adalah restrospektif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh rekam medik pasien di IGD 3 bulan terakhir dengan kriteria sampel yang ditetapkan mengunakan <em>purposive</em> <em>consecutive</em> <em>sampling</em>. Data yang dikumpulkan adalah terkait dengan data demografi, monitor EWS dan <em>outcome</em> pasien. Pelaksanaan penelitian dibantu oleh enumeurator. Data dianlisis secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat dengan Chi-square. Hasil penelitian menunjukan tidak terdapat korelasi anatar pasien bedah dan non bedah dengan nilai EWS, tetapi terdapat korelasi antara nilai EWS dengan outcome pasien. Sistem EWS perlu diterapkan secara konsisten pada seluruh pasien untukmendeteksi dini perburukan klinis sehingga mendapatkan penatalaksanaan yang tepat.</p> Sri Wulan Megawati, Haerul Imam, Sumbara, Nandar Wirawan Copyright (c) 2026 Sri Wulan Megawati, Haerul Imam, Sumbara, Nandar Wirawan https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/3004 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 Pengaruh kombinasi tandem walking exercise dan core stability exercise terhadap keseimbangan berjalan pada pasien Cerebrovascular Accident (CVA) https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/3029 <p>Keseimbangan berjalan pada pasien <em>Cerebrovascular Accident</em> (CVA) dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi <em>tandem walking exercise</em> dan <em>core stability exercise</em> terhadap keseimbangan berjalan pada pasien <em>Cerebrovascular Accident</em> (CVA). Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan <em>one group pre-test and post-test</em>. Jumlah populasi 50 pasien yang di ambil sampel berjumlah 37 pasien yang dipilih secara purposive. Instrumen yang digunakan untuk mengukur keseimbangan berjalan adalah <em>Time Up and Go Test (TUGT)</em>. <em>Tandem walking exercise</em> dan <em>core stability exercise </em>dilakukan selama 3 kali seminggu selama 2 minggu sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan terapi kombinasi <em>tandem walking exercise</em> dan <em>core stability exercise</em> untuk meningkatkan keseimbangan berjalan. Terapi ini bertujuan untuk melatih koordinasi, kekuatan otot inti, dan stabilitas tubuh. Kombinasi keduanya terbukti efektif membantu pasien <em>Cerebrovascular Accident</em> (CVA) berjalan lebih stabil.</p> Malika Puspita Urifah, Trijati Puspita Lestari, Rizky Asta Pramestirini Copyright (c) 2026 Malika Puspita Urifah, Trijati Puspita Lestari, Rizky Asta Pramestirini https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/3029 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 Manajemen keperawatan gangguan mobilitas fisik pada stroke iskemik akut dengan ketidakstabilan hemodinamik: Laporan kasus https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/3120 <p>Stroke non-hemoragik adalah penyebab utama kecacatan, seringkali menyebabkan gangguan gerak tiba-tiba yang dapat memperburuk ketidakstabilan tekanan darah dan meningkatkan risiko komplikasi serius karena gerakan pasien yang terbatas di ruang ICU. Laporan kasus ini menjelaskan cara mengobati pasien stroke non-hemoragik yang mengalami gangguan gerak dan tekanan darah yang tidak stabil. Metode yang digunakan adalah penanganan satu kasus pasien stroke non-hemoragik yang dirawat di ICU. Intervensi utama termasuk memberikan mobilisasi dini, seperti latihan gerakan aktif pasif, mengubah posisi setiap dua jam, dan menempatkan kepala pasien 30 derajat ke atas, disertai dengan pemantauan tekanan darah yang ketat. Hasil perawatan tiga hari menunjukkan bahwa persendian masih fleksibel, kulit tidak terluka, tekanan darah stabil, dan tingkat kesadaran pasien meningkat, meskipun kekuatan otot tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah bahwa mobilisasi pasif dini dapat dilakukan dengan aman dan efektif pada pasien stroke non-hemoragik dengan tekanan darah yang tidak stabil, untuk mencegah komplikasi akibat gerakan terbatas selama pemantauan ketat. Studi ini memberikan panduan praktis bagi perawat dalam menangani pasien stroke kritis yang memiliki tekanan darah tidak stabil di ICU.</p> Kisti Heriningsih, Aini Inayati, Minarsih Copyright (c) 2026 Kisti Heriningsih, Aini Inayati, Minarsih https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/3120 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 Efektifitas edukasi kesehatan reproduksi dengan mengunakan video terhadap pengetahuan remaja https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/3145 <p>remaja adalah seks bebas, kehamilan diluar nikah, aborsi, persalinan dini, penyakit menular seksual seperti HIV/AIDS.&nbsp; Upaya yang tepat dilakukan dalam menangani kesehatan reproduksi remaja yaitu dengan cara edukasi kesehatan karena dapat meningkatkan kontrol diri dan memperbaiki kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi kesehatan reproduksi dengan penggunaan media video terhadap pengetahuan kesehatan reproduksi remaja. Penelitian dilaksanakan di SMPN Muhammadiyah 36 Jakarta Selatan menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan quasy eksperimen NonEquivalent Control Group Design Pretest and Posttest. Responden penelitian ini berjumlah 136 responden dipilih dengan teknik random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan rerata&nbsp; pengetahuan sebelum diberikan edukasi kesehatan reproduksi sremaja mengalami peningkatan, Hasil uji statistik didapatkan nilai P Value 0,000,&nbsp; dapat disimpulkan ada perbedaan yang siqnifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi kesehatan reproduksi remaja dengan media video di SMP Muhammadiyah 36 Jakarta Selatan. Pada remaja di sekolah atau di masyarakat melalui edukasi dengan media video agar terhindar dari perilaku negatif kesehatan reproduksi antara lain pergaulan atau seks bebas, narkoba, kehamilan di luar nikah, aborsi, pernikahan usia dini, HIV/ AIDS.</p> Idriani, Ernirita, Awaliah, Eni Widiastuti, Masmun Zuryati, Erwan Setiyono, Siti Rochanah, Febi Sukma Copyright (c) 2026 Idriani, Ernirita, Awaliah, Eni Widiastuti, Masmun Zuryati, Erwan Setiyono, Siti Rochanah, Febi Sukma https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/3145 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 Pengaruh Diabetes Self Management Education (DSME) terhadap peningkatan pengetahuan pasien diabetes melitus tipe 2 https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/3146 <p>Beberapa Manajemen diri yang efektif pada pasien diabetes merupakan hal yang penting untuk meningkatkan pencapaian tujuan dalam penatalaksanaan DM. Keberhasilan manajemen diri diabetes bergantung pada aktivitas perawatan diri individu untuk mengontrol gejala diabetes. Salah satu pendidikan kesehatan yang dapat dilakukan untuk klien DM tipe 2 adalah dengan <em>Diabetes SelfManagement Education and Support</em> (DSME). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh DSME terhadap peningkatan pengetahuan manajemen mandiri pasien DM tipe 2. Penelitian ini dilaksanakan di RS Islam Jakarta cempaka Putih, Penelitian ini menggunakan rancangan <em>Quasi-Eksperimental NonEquivalent Control Group Design Pretest and Posttest.</em> Sempel diambil menggunakan tehnik pengambilan sampel &nbsp;dengan <em>total sampling</em> dengan jumlah sampel 25 orang. Data dianalisis dengan menggunakan uji <em>Paired sample t-test</em>. Hasil Penelitian didapatkan rata-rata pengetahuan siswa sebelum intervensi adalah 42,64 setelah intervensi 67,80 dengan P Value 0,000. &nbsp;Terdapat &nbsp;Ada hubungan yang siqnifikan sebelum dan sesudah DSME. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh <em>Diabetes Self Management Education</em> (DSME) terhadap peningkatan pengetahuan pasien Diabetes tipe 2. DSME disarankan untuk diterapkan sebagai program edukasi rutin bagi pasien DM tipe 2 guna meningkatkan pengetahuan dan mencegah komplikasi. Bagi tenaga kesehatan, perlu meningkatkan peran aktif dalam memberikan edukasi manajemen mandiri diabetes secara berkelanjutan.</p> Masmun Zuryati, Ernirita, Eni Widiastuti, Awaliah, Idriani, Erwan Setiyono, Siti Rahayu Copyright (c) 2026 Masmun Zuryati, Ernirita, Eni Widiastuti, Awaliah, Idriani, Erwan Setiyono, Siti Rahayu https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/3146 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 Efektivitas ekstrak temulawak (Curcuma Xanthorrhiza) terhadap peningkatan nafsu makan anak https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/2983 <p>Anak-anak yang mengalami penurunan selera makan menghadapi risiko kekurangan gizi, gangguan pertumbuhan, hingga stunting. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) merupakan tanaman herbal yang secara turun-temurun digunakan untuk meningkatkan nafsu makan karena mengandung senyawa bioaktif seperti kurkuminoid, xanthorrhizol, fenolik, dan flavonoid yang berperan dalam merangsang proses makan. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas ekstrak temulawak dalam meningkatkan nafsu makan anak melalui metode <em>literature review</em>. Data dikumpulkan dari berbagai sumber ilmiah dalam rentang publikasi 2020–2025 dan dianalisis berdasarkan kesesuaian topik. Berdasarkan hasil analisis literatur, temulawak dilaporkan memiliki efektivitas dalam meningkatkan nafsu makan anak, disertai dengan perbaikan pola konsumsi dan dukungan terhadap peningkatan berat badan. Mekanisme kerja temulawak berkaitan dengan kemampuannya dalam merangsang sekresi empedu, meningkatkan aktivitas enzim pencernaan, serta memodulasi reseptor rasa pahit yang berperan dalam regulasi sensasi lapar. Di samping itu, kandungan bioaktif temulawak menunjukkan stabilitas yang baik pada berbagai bentuk sediaan, termasuk ekstrak cair, tablet <em>effervescent</em>, produk jamu instan, dan minuman herbal, sehingga mendukung kemudahan konsumsi pada populasi anak. Secara keseluruhan, temulawak dinilai aman, bermanfaat, dan sesuai dengan praktik kesehatan tradisional sehingga dapat direkomendasikan sebagai opsi pendukung untuk membantu mengatasi masalah nafsu makan pada anak serta mendukung pencegahan <em>stunting</em></p> Sinta Nurlaila, Destia Amellia, Oriza Sativa, Jihan Stevie Tri Andayani, Ghaniya Afsar Ara Ayesha, Nabila Tiara Putri, Heri Ridwan Copyright (c) 2026 Sinta Nurlaila, Destia Amellia, Oriza Sativa, Jihan Stevie Tri Andayani, Ghaniya Afsar Ara Ayesha, Nabila Tiara Putri, Heri Ridwan https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/2983 Thu, 12 Feb 2026 00:00:00 +0000 Dampak pemberian insulin terhadap risiko hipoglikemia: Kajian literatur https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/2989 <p>Diabetes melitus merupakan penyakit kronik yang membutuhkan pengelolaan glikemik jangka panjang, di mana insulin menjadi terapi utama. Namun, penggunaan insulin sering dikaitkan dengan risiko hipoglikemia yang dapat menimbulkan dampak klinis serius. Studi literatur ini dilakukan untuk meninjau pengaruh pemberian insulin terhadap keseimbangan glukosa dengan fokus pada risiko hipoglikemia. Metode penelitian ini mengaplikasikan studi pendekatan <em>literatur narrative review</em> dengan &nbsp;melakukan inspeksi dan menelaah pada 7 jurnal terpilih yang sesuai dan layak dengan kata kunci dan topik yang dianalisis pada jurnal ini. Hasil Literatur menunjukkan bahwa hipoglikemia merupakan efek samping utama terapi insulin, terutama pada regimen basal bolus dan insulin kerja cepat. Risiko meningkat pada pasien dengan dosis insulin tinggi, lama penyakit, serta kontrol glikemik tidak stabil. Hipoglikemia terbukti berhubungan dengan meningkatnya mortalitas, meskipun beberapa studi menunjukkan tidak adanya hubungan signifikan dengan kualitas hidup dan kepatuhan terapi. Teknologi seperti <em>continuous glucose monitoring</em> dan insulin pump dapat menurunkan risiko hipoglikemia. Terapi insulin efektif menurunkan glukosa tetapi memiliki risiko hipoglikemia yang perlu dikelola melalui pemantauan ketat, edukasi pasien, dan penggunaan teknologi modern untuk meningkatkan keamanan terapi.</p> Aldira Elsavina Margi Rahayu, Dian Tiranie, Karina Gayatri Putri, Putri Rhieyana Nur Az Zahra, Muhammad Keysa Al-Farisi, Sayla Mega Lestari, Heri Ridwan Copyright (c) 2026 Aldira Elsavina Margi Rahayu, Dian Tiranie, Karina Gayatri Putri, Putri Rhieyana Nur Az Zahra, Muhammad Keysa Al-Farisi, Sayla Mega Lestari, Heri Ridwan https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/2989 Wed, 18 Feb 2026 00:00:00 +0000 Obat antiepilepsi yang paling sering diresepkan ditinjau dari segi efektivitas https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/3007 <p>Epilepsi merupakan gangguan neurologis kronis yang membutuhkan terapi obat antiepilepsi (OAE) untuk mencapai kontrol kejang yang optimal. Studi ini bertujuan mengeksplorasi dan membandingkan pola peresepan serta efektivitas OAE pada kejang umum maupun kejang fokal. Metode yang digunakan adalah literature review sistematis. Pencarian dilakukan melalui PubMed, Google Scholar, dan OpenAlex dengan kriteria inklusi berupa artikel full text, open access, berbahasa Indonesia atau Inggris, serta dipublikasikan pada tahun 2015–2025. Kata kunci meliputi “jenis obat antiepilepsi”, “diresepkan dokter”, dan “efektivitas”. Tahap awal pencarian menemukan 210 jurnal (Google Scholar 158, PubMed 20, OpenAlex 32). Setelah seleksi diperoleh 8 jurnal yang sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa obat antiepilepsi yang paling sering diresepkan adalah natrium valproat, diikuti oleh carbamazepine dan levetiracetam. Natrium valproat umumnya digunakan pada kejang umum, sedangkan carbamazepine lebih banyak diresepkan pada kejang fokal. Levetiracetam dilaporkan memiliki spektrum penggunaan yang luas pada berbagai tipe kejang dengan profil keamanan yang relatif lebih baik. Selain monoterapi, penggunaan politerapi terutama kombinasi berbasis valproat atau carbamazepine dengan benzodiazepine sering ditemukan pada pasien dengan kontrol kejang yang belum optimal. Penelitian ini menggambarkan pola peresepan obat antiepilepsi serta implikasinya terhadap efektivitas dan keamanan terapi.</p> Risha Meidian Shabirah, Prima Rahayu Ningtyas, Laily Nurul Latifah, Lenni Rahmadani, Raisha Risdiansyah Putri, Nys. Faradilla Salsabila, Heri Ridwan Copyright (c) 2026 Risha Meidian Shabirah, Prima Rahayu Ningtyas, Laily Nurul Latifah, Lenni Rahmadani, Raisha Risdiansyah Putri, Nys. Faradilla Salsabila, Heri Ridwan https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/3007 Wed, 18 Feb 2026 00:00:00 +0000