Health Education In Grandmothers About Healthy Food For Toddlers

Pendidikan Kesehatan Pada Nenek Tentang Makanan Sehat Bagi Balita

Authors

  • TUTIK HIDAYATI STIKES HAFSHAWATY PESANTREN ZAINUL HASAN

DOI:

https://doi.org/10.33023/jpm.v8i4.1223

Keywords:

Pendidikan kesehatan, peran nenek, makanan pendamping ASI

Abstract

Makanan pelengkap awal atau makanan pendamping ASI (MP-ASI ) diberikan sebelum usia 6 bulan mengakibatkan dampak negatif jangka panjang dan jangka pendek. Dampak negatif jangka pendek jika bayi diberikan makanan pendamping ASI sebelum usia 6 bulan di antaranya adalah bayi kehilangan nutrisi dari ASI, menurunkan kemampuan isap bayi, memicu diare, dan memicu anemia. Sedangkan dampak negatif jangka panjang bila bayi diberikan makanan pendamping ASI sebelum 6 bulan di antaranya adalah obesitas, hipertensi, arterosklerosis, dan alergi. Tidak tepatnya waktu pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) ini disebabkan oleh beberapa alasan salah satunya adalah karena ibu bekerja. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di Posyandu RT bunut Desa Gading pada tanggal 2 November 2021 yang dibantu oleh Bidan Desa setempat  melalui wawancara pada 10 ibu menyusui 5 ibu menyusi usia anak saat ini adalah 4 bulan dan 5 diantaranya usia di atas 6 bulan, mengatakan dianatar mereka ada yang sudah di berikan makanan pendamping ASI sejak usia anak 4 bulan dan sebagian menyampaikan diberikan makanan pendamping ASI setelah 6 bulan. Namun dari hasil wawancara keseluruhan ibu mengatakan masih belum paham bagaimana cara membuat makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang tepat sesuai usia. WHO dan UNICEF telah merekomendasikan empat hal penting yang harus diperhatikan dalam pemenuhan asupan gizi yang tepat untuk bayi dan anak di bawah usia dua tahun (baduta) yaitu memberikan ASI dini pada bayi dalam waktu 30 menit setelah bayi lahir,  memberikan asupan ASI eksklusif saja pada bayi sejak lahir sampai usia 6 bulan, memberikan makanan pendamping  ASI (MPASI) yang sesuai dan cukup pada bayi mulai usia 6 bulan tengga 26 bulan, dan  melanjutkan pembenan ASI pada bayi hingga berusia 24 bulan atau letih. Promosi kesehatan adalah upaya pemberdayaan masyarakat untuk memelihara, meningkatkan, dan melindungi kesehatan diri dan lingkungannya. Memberdayakan adalah upaya untuk membangun daya atau mengembangkan kemandirian yang dilakukan dengan menimbulkan kesadaran, kemampuan, serta mengembangkan iklim yang mendukung kemandirian. Hasil menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan serta pemahaman tentang mmakanan sehat bergizi untuk anak balita peserta sangat tertarik dan mau belajar lebih lanjut lagi bagaimana pengelolaan makanan yang sehat serta bergizi untuk anak.  Maka dari itu diperlukan suatu upaya berkelanjutan untuk membantu masyarakat dalam hal ini mengenai pemenuhan zat gizi tambahan yang tepat sesuai usia balita dengan melibatakan keluarga (nenek)  guna menurunkan angka kekurangan gizi

Downloads

Download data is not yet available.

References

Depkes RI (2010). Pedoman umum pemberian makanan pendamping Air susu ibu (MP ASI)local.jakarta: depatermen kesehatan republic Indonesia.

Heryanto, Eko. 2017. Faktor- Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu Dini. Jurnal Ilmu Kesehatan, 2 (2), 141-152.

Kholid, Ahmad, 2012. Promosi Kesehatan dengan pendekatan teori prilaku, media, dan aplikasinya. Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam Terbitan (KDT). Jakarata : Rajawali Pers.

Kusumaningrum, T. (2016). Gambaran faktor-faktor ibu yang tidak memberikan ASI ekslusif di Desa Cepokosawit Kabupaten Boyolali. Skripsi Terpublikasi

Kemenkes RI. 2015. Buku Kesehatan Ibu dan anak. Jakarta: Kemenkes RI.

Marmi. 2013. Gizi dalam kesehatan reproduksi. Pustaka belajar:Yogyakarta.

Pramono Setyo Mochamad, Paramita Astridya. (2015). Pola Kejadian dan Determinan Bayi Dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Indonesia tahun 2013. Vol 18 No. 1

Safitri, Y. (2016). Pengetahuan Ibu Menyusui Tentang Makanan Pndamping Asi pada Usia 6-12 Bulan di Dusun VI di Desa Hamparan Perak Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang. Jurnal Kebidanan Flora. 17 |. (1), 17–24

UNICEF. 2014. Ending Child Marriage Progress and prospects.

Zulfa, H. 2013. Gizi buruk mengancam stabilitas negara.

Published

2022-12-16

How to Cite

HIDAYATI, T. . (2022). Health Education In Grandmothers About Healthy Food For Toddlers: Pendidikan Kesehatan Pada Nenek Tentang Makanan Sehat Bagi Balita. Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan, 8(4), 362-368. https://doi.org/10.33023/jpm.v8i4.1223