https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jpm/issue/feed Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan 2026-10-10T10:18:59+00:00 Siswati jpm@spj.ac.id Open Journal Systems <p style="text-align: justify;">Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan adalah jurnal yang mewadahi dan mempublikasikan pengabdian kepada masyarakat bidang kesehatan, terutama keperawatan, kebidanan, teknologi kesehatan, kesehatan masyarakat, dan bidang ilmu penunjang lainnya. Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan adalah jurnal yang terbit setiap bulan Maret dan September.</p> https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jpm/article/view/3066 Penguatan Peran Keluarga melalui Edukasi Pencegahan Narkotika dan Psikotropika di Madrasah Jama’atul Ikhwan Setiawargi Tasikmalaya 2026-05-30T12:04:50+00:00 Anisa Pebiansyah anisapebiansyah@universitas-bth.ac.id Fadhiilah Nur Fariidah fnurfariidah@gmail.com Resti Rahmina Dewi restirahmina2018@gmail.com Hani Hanjani hanihanjani1407@gmail.com Irma Amalia irmaamalia187@gmail.com Indah Wulandhari wulandhariindah@gmail.com Naylatul Isma naylatulisma22@gmail.com Ferrinda Yunisha Aghnia Permana Putri Ferrfyapp@gmail.com Anis Riyanti anis.riyanti031@gmail.com Nadia Siti Nuraeni nadiasn23@gmail.com Elvira Putri Ramdhani ⁠elvirarmdhn2@gmail.com Reza Fathurrahman rezafathurrahman79@gmail.com Najah Najia Fakhri najahnajia14@gmail.com Arofah Bahtiar arfhtiarr8@gmail.com Marda kamila mardakamila124@gmail.com Indri Mulyanti indrimulyanti200504@gmail.com Asep Irfan Feisal Oktrian airfanfeisaloktrian@gmail.com Fairuzzahwan Alharys Fairuzzahwanalharys@gmail.com <p>Penyalahgunaan narkotika dan psikotropika merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang berdampak multidimensional, mencakup aspek kesehatan, sosial, ekonomi, dan hukum. Keluarga, khususnya ibu, memiliki peran strategis dalam upaya pencegahan dini melalui peningkatan literasi dan pengawasan preventif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu-ibu pengajian mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika dan psikotropika serta memperkuat peran keluarga dalam pencegahannya. Metode yang digunakan berupa penyuluhan kesehatan dengan pendekatan partisipatif. Pengukuran tingkat pengetahuan dilakukan menggunakan kuesioner melalui pre-test dan post-test, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk melihat perubahan pengetahuan peserta.Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan setelah intervensi edukatif, dengan kenaikan rata-rata skor sebesar 84,2%. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi kesehatan berbasis komunitas dengan pendekatan partisipatif efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan dan membangun persepsi risiko masyarakat. Model intervensi ini berpotensi direplikasi sebagai strategi preventif berbasis keluarga dan komunitas dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika dan psikotropika secara berkelanjutan.</p> 2026-09-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Anisa Pebiansyah, Fadhiilah Nur Fariidah, Resti Rahmina Dewi, Hani Hanjani, Irma Amalia, Indah Wulandhari, Naylatul Isma, Ferrinda Yunisha Aghnia Permana Putri, Anis Riyanti, Nadia Siti Nuraeni, Elvira Putri Ramdhani, Reza Fathurrahman, Najah Najia Fakhri, Arofah Bahtiar, Marda kamila, Indri Mulyanti, Asep Irfan Feisal Oktrian, Fairuzzahwan Alharys https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jpm/article/view/3089 Penerapan Terapi Tawa Pada Lansia Di Kegiatan Program Pengelolaan Penyakit Kronis Puskesmas Kasreman Sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Mental Dan Sosial 2026-05-30T11:25:47+00:00 Endri Ekayamti yamti.endrieka@gmail.com Hamidatus Haris Sa’adah Sa’adah@gmail.com Endang Yuswatiningsih Yuswatiningsih@gmail.com Edy Prawoto Prawoto EdyPrawoto1@gmail.com Tintin Yulliastutik TintinYulliastutik@gmail.com <p><strong>Latar Belakang:</strong> Seiring bertambahnya usia lansia menghadapi berbagai tantangan yang mempengaruhi kesejahteraan mereka secara keseluruhan seperti kejadian depresi, kecemasan, dan stres kronis yang relatif tinggi akibat kehilangan, penyakit kronis, penurunan mobilitas, gangguan sensorik, dan nyeri kronis. Isolasi sosial dan kesepian adalah masalah umum, terutama bagi mereka yang tinggal di fasilitas perawatan ataupun yang hidup sendiri. Situasi ini menciptakan kebutuhan mendesak akan intervensi yang efektif, murah, dan dapat diakses untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. <strong>Tujuan</strong>: untuk meningkatkan kesehatan mental dan interaksi sosial lansia melalui aktivitas kelompok yang menyenangkan dan mudah dilakukan. <strong>Metode:</strong> Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif, dengan metode intervensi nonfarmakologis berupa terapi tawa yang terintegrasi dalam kegiatan rutin Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). <strong>Hasil:</strong> Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara partisipatif, melibatkan lansia sebagai peserta aktif. Dimana kegiatan dihadiri oleh 47 lansia, 3 programer lansia Puskesmas Kasreman. mayoritas peserta kegiatan pengabdian berjenis kelamin Perempuan sebesar 29 (61,%) dengan usia sebagian besar diatas 60 (47%) tahun. Hasil dari pretest Tingkat pengetahuan responden Sebagian besar pada rentang Tingkat pengetahuan kurang yaitu sejumlah 28 (59,5%). Dan hasil posttes menunjukkan peningkatan dengan sebagian besar responden pada kategori baik menjadi 33 (70%) peserta. <strong>Kesimpulan:</strong> Terapi tawa yang diberikan pada lansia memberi dampak yang signifikan dan dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia, termasuk dari aspek psikologis aspek kesehatan fisik. Lansia lebih bahagia dengan merasa bahwa mereka tidak sendirian dapat berinteraksi secara sosial dengan sesama lansia.</p> 2026-09-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Endri Ekayamti, Hamidatus Haris Sa’adah, Endang Yuswatiningsih, Edy Prawoto Prawoto, Tintin Yulliastutik https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jpm/article/view/3115 Pemberdayaan Posyandu Lansia dalam Pengendalian Osteoartritis melalui Terapi Injeksi Intraartikuler di Pondok Osteoartritis Larasati 2026-05-30T12:57:10+00:00 Ibrahim Njoto ibrahim.njoto@uwks.ac.id Candra Rini Hasanah Putri candrarinihp75@gmail.com Andra Agnez Al Aska andra.anes@gmail.com Deddy Hartanto klinik_h2lc@yahoo.com Wahyu Wijayati wahyuwijayati11@gmail.com <p>Osteoartritis (OA) merupakan masalah kesehatan yang sering dialami lansia dan berdampak pada nyeri sendi, keterbatasan aktivitas, serta penurunan kualitas hidup. Permasalahan utama di masyarakat adalah rendahnya pengetahuan lansia tentang OA dan terbatasnya akses terhadap terapi yang efektif, khususnya injeksi intraartikuler yang belum ditanggung oleh BPJS. <strong>Tujuan</strong> kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan lansia, memperkuat peran kader Posyandu, serta memperluas akses terapi OA berbasis komunitas. <strong>Metode</strong> yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan OA, pelatihan kader Posyandu sebagai pendidik sebaya, skrining nyeri sendi, serta pemberian terapi injeksi intraartikuler secara gratis melalui pembentukan <em>Pondok Osteoartritis</em> di Posyandu Lansia “Larasati”. <strong>Hasil</strong> kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan lansia dan keterampilan mengelola faktor risiko OA hingga ?70%, disertai penurunan keluhan nyeri dan keterbatasan aktivitas sekitar 20%. Selain itu, minimal 30% lansia memperoleh akses terapi injeksi intraartikuler, serta terjadi peningkatan peran kader dalam edukasi dan pendampingan pascaterapi. <strong>Kesimpulan</strong> kegiatan ini efektif mendukung pengendalian osteoartritis pada lansia berbasis Posyandu. <strong>Rekomendasi</strong> penguatan kapasitas kader dan keberlanjutan Pondok Osteoartritis perlu dikembangkan melalui kolaborasi dengan layanan kesehatan primer.</p> 2026-09-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Ibrahim Njoto, Candra Rini Hasanah Putri, Andra Agnez Al Aska, Deddy Hartanto, Wahyu Wijayati https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jpm/article/view/3148 Optimalisasi Kesehatan Masyarakat Melalui Terapi Murottal Al-Quran Dan Relaksasi Benson Untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi 2026-05-30T11:52:42+00:00 Nisak Arif nisak.arif@gmail.com Rini Komalawati RiniKomalawati@gmail.com Endang Yuswatiningsih EndangYuswatiningsih@gmail.com <p>Hipertensi merupakan tantangan kesehatan global yang dikenal sebagai <em>the silent killer</em>. Di Kabupaten Ngawi, hipertensi menempati urutan ketiga penyakit terbanyak dengan prevalensi yang terus meningkat, terutama pada kelompok lansia. Di Lingkungan Mulyorejo, upaya penanganan hipertensi masih terbatas pada tindakan kuratif, sehingga diperlukan pendekatan komplementer yang mandiri dan berkelanjutan untuk membantu mengontrol tekanan darah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan warga mengenai manajemen hipertensi serta memberikan keterampilan praktis melalui kombinasi terapi Murottal Al-Qur'an dan Relaksasi Benson sebagai upaya pendamping terapi farmakologi. Kegiatan melibatkan 20 peserta dengan rangkaian kegiatan meliputi tiga tahap: persiapan (koordinasi), pelaksanaan (edukasi, demonstrasi, dan praktik terapi), serta evaluasi. Mayoritas peserta adalah perempuan (75%) dan usia di atas 60 tahun (80%). Hasil pre-test menunjukkan 30% memiliki tekanan darah normal, 30% kategore prehipertensi dan 40% peserta berada pada hipertensi tahap 1. Setelah diberikan terapi, sebanyak 70% peserta memiliki tekanan darah normal, 10 % prehipertensi dan 20% hipertensi tahap 1. Kombinasi terapi Murottal Al-Qur'an dan Relaksasi Benson terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah dan meningkatkan ketenangan psikologis warga. Terapi ini direkomendasikan sebagai metode komplementer yang aman, ekonomis, dan mudah dipraktikkan secara mandiri untuk menjaga stabilitas tekanan darah serta meningkatkan kualitas hidup penderita hipertensi di komunitas.</p> 2026-09-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Nisak Arif, Rini Komalawati, Endang Yuswatiningsih https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jpm/article/view/3127 Pendampingan Ibu Hamil dengan Implementasi Continum Of Care Sebagai Upaya untuk Mengurangi Resiko Komplikasi Kehamilan 2026-05-30T13:01:51+00:00 Firdawsyi Nuzula nuzulafirdawsyi@gmail.com Maulida Nurfazriah Oktaviana lida.nurfazriah@gmail.com <p class="isselectedend" style="margin: 0cm; text-align: justify;">Pelayanan yang diberikan secara berkesinambungan atau <em>Continuum of Care</em> merupakan salah satu pendekatan dalam pelayanan kesehatan maternal yang dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, hingga pemantauan kesehatan ibu dan bayi. Pendekatan ini dilakukan melalui pendampingan ibu hamil serta pemberian perawatan sederhana dan informasi kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan ibu selama kehamilan. <em>Continuum of Care</em> menjadi strategi penting dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu dan bayi serta menurunkan risiko kesakitan dan kematian maternal dan neonatal, khususnya di negara berpendapatan rendah dan menengah. CoC memiliki dua komponen utama, yaitu kesinambungan berdasarkan waktu yang mencakup pelayanan antenatal care (ANC), <em>skilled birth attendance</em> (SBA) atau pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terampil, serta tindak lanjut pelayanan pada masa pascakelahiran. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini adalah: (1) meningkatkan derajat kesehatan ibu hamil; (2) mengurangi risiko terjadinya kehamilan risiko tinggi; dan (3) mencegah terjadinya komplikasi selama kehamilan, persalinan, dan masa nifas. Khalayak sasaran kegiatan adalah seluruh ibu hamil trimester I sampai trimester III, baik primigravida maupun multigravida. Pelaksanaan PKM dilakukan melalui kerja sama dengan Universitas Airlangga, Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, dan Puskesmas. Kegiatan pendampingan dilaksanakan secara terstruktur selama enam bulan, dengan satu volunteer mendampingi dua ibu hamil. Penilaian kondisi kesehatan ibu hamil dilakukan sebelum pendampingan dan setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai. Pendampingan intensif kepada ibu hamil dilakukan selama tiga bulan melalui edukasi, pemantauan kondisi kehamilan, pengenalan tanda bahaya, serta anjuran pemeriksaan kehamilan secara rutin. Indikator keberhasilan kegiatan meliputi peningkatan pemantauan kesehatan ibu, penurunan kejadian kehamilan risiko tinggi, pencegahan komplikasi kehamilan, persalinan, dan nifas, serta mendukung penurunan angka kesakitan dan kematian ibu dan bayi.</p> 2026-09-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Firdawsyi Nuzula, Maulida Nurfazriah Oktaviana https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jpm/article/view/3153 Optimalisasi Peran Ibu Dalam Pencegahan Dan Penanggulangan Stunting Melalui Edukasi Gizi Dan Pola Asuh Sehat Di Desa Kersoharjo Geneng Ngawi 2026-05-30T11:58:23+00:00 Pariyem pariyem.sst@gmail.com Dhian Luluh Rohmawati DhianLuluhRohmawati@gmail.com Dika Lukitaningtyas DikaLukitaningtyas@gmail.com <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi kronis yang masih menjadi perhatian dalam pembangunan kesehatan karena dapat berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, kemampuan belajar, serta produktivitas anak pada masa mendatang. Pencegahan stunting tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga memerlukan penerapan pola asuh yang tepat, terutama pada periode awal kehidupan anak. Ibu sebagai pengasuh utama memiliki peran penting dalam menentukan praktik pemberian makan, kebersihan, kesehatan, stimulasi, serta pola pengasuhan balita. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu balita mengenai pentingnya gizi seimbang dan pola asuh sehat sebagai upaya mendukung pencegahan stunting di Desa Kersoharjo, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi. Kegiatan dilaksanakan oleh tim dosen Akper Pemkab Ngawi menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui penyuluhan, diskusi interaktif, serta pemberian kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan pengalaman dan permasalahan dalam pengasuhan balita. Kegiatan diikuti oleh 50 peserta yang terdiri atas ibu balita peserta program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH), petugas BKKBN, petugas puskesmas, kader kesehatan, dan perangkat desa. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi tahun 2024, prevalensi stunting mengalami penurunan dari 17,3% pada tahun 2023 menjadi 11,4% pada tahun 2024. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai kebutuhan gizi balita, pemilihan makanan bergizi seimbang, praktik pengasuhan yang mendukung tumbuh kembang, serta pentingnya pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkala. Tingginya partisipasi dan antusiasme peserta selama diskusi menunjukkan adanya keterlibatan aktif dalam proses edukasi. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran ibu dan keluarga dalam pencegahan stunting serta mendukung keberlanjutan program kesehatan melalui kolaborasi antara keluarga, kader, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan lintas sektor.</p> 2026-09-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Pariyem, Dhian Luluh Rohmawati, Dika Lukitaningtyas https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jpm/article/view/3184 Perancangan SOP Hak Akses Rekam Medis Elektronik untuk Menunjang Privasi dan Kerahasiaan Informasi Pasien di Puskesmas Tajinan 2026-05-30T13:06:35+00:00 Tasya Kirana Anggraini tasyakirana331@gmail.com Fita Rusdian Ikawati ⁠fita.160978@itsk-soepraoen.ac.id Anis Ansyori anisansyori@itsk-soepraoen.ac.id <p>Penggunaan Rekam Medis Elektronik (RME) dalam pelayanan kesehatan merupakan langkah strategis dalam mendukung transformasi digital di bidang sistem informasi kesehatan. Implementasi RME tidak hanya meningkatkan efisiensi dan kecepatan pelayanan, tetapi juga menuntut adanya sistem keamanan data yang kuat, terutama terkait pengaturan hak akses pengguna. Tanpa pengaturan yang tepat, risiko kebocoran data serta pelanggaran kerahasiaan informasi medis pasien akan meningkat secara signifikan. Berdasarkan permasalahan tersebut, kegiatan penelitis ini dilakukan dengan tujuan untuk merancang dan menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) hak akses RME di Puskesmas Tajinan, sebagai upaya konkret untuk memperkuat aspek keamanan informasi dan meningkatkan akuntabilitas pengguna sistem.</p> <p>Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi observasi langsung terhadap sistem yang berjalan, wawancara semi-terstruktur dengan pihak terkait, serta telaah dokumen dan kebijakan internal. Dari hasil analisis ditemukan bahwa sebelumnya belum tersedia SOP yang mengatur pembagian hak akses pengguna RME, sehingga seluruh petugas masih menggunakan satu akun bersama. Hal ini menimbulkan potensi besar terhadap penyalahgunaan data dan kesulitan dalam pelacakan aktivitas pengguna.</p> <p>Sebagai luaran, disusunlah dokumen SOP yang mencakup klasifikasi jenis pengguna, level hak akses sesuai tupoksi, mekanisme otorisasi dan autentikasi pengguna, serta penerapan audit log secara berkala. Diharapkan, keberadaan SOP ini mampu menciptakan sistem pengelolaan hak akses yang tertib, aman, serta sesuai dengan regulasi perlindungan data pribadi yang berlaku.</p> 2026-09-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Tasya Kirana Anggraini, Fita Rusdian Ikawati, Anis Ansyori https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jpm/article/view/3279 Deteksi Hiperkolesterolemia pada Masyarakat Wanita di Desa Dahanrejo Lor, Kabupaten Gresik 2026-09-01T04:19:56+00:00 Karimatul karimatul.h@lecturer.usg.ac.id Fatati Larasati fatatilarasati@lecturer.usg.ac.id Fatma Aulia Nadiyah Fatmaaulia.n@lecturer.usg.ac.id <p>Hiperkolesterolemia ditandai dengan tingginya kadar kolesterol total dalam darah, yakni ?200 mg/dL. Hiperkolesterolemia merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular dimana salah satunya disebabkan oleh adanya aterosklerosis, yang sering tidak disadari, terutama pada perempuan pedesaan dengan keterbatasan akses terhadap skrining kolesterol rutin. Tujuan kegiatan ini adalah mendeteksi dini hiperkolesterolemia dan meningkatkan pengetahuan masyarakat wanita di Desa Dahanrejo Lor. Metode meliputi skrining kadar kolesterol total pada 30 perempuan usia 23–60 tahun menggunakan alat Easy Touch GCU, dilanjutkan dengan konseling kesehatan dan berbagi pengetahuan pentingnya menerapkan pola hidup sehat, salah satunya dengan mengonsumsi makanan seperti buah apel yang bermanfaat menurunkan kadar kolesterol, serta kegiatan pembagian apel manalagi. Diketahui prevalensi hiperkolesterolemia (kolesterol ?200 mg/dL) sebesar 33,3%. Kelompok usia ?50 tahun memiliki prevalensi tertinggi (50,0%), diikuti oleh usia &lt;40 tahun (33,3%) dan 40-49 tahun (25,0%).&nbsp; Hiperkolesterolemia pada perempuan di Desa Dahanrejo Lor cukup tinggi, dengan lansia sebagai kelompok paling berisiko. Skrining rutin sejak usia produktif dan edukasi berkelanjutan sangat diperlukan.</p> 2026-09-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Karimatul, Fatati Larasati, Fatma Aulia Nadiyah https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jpm/article/view/3392 Edukasi Pemanfaatan Daun Kelor Sebagai Suplemen Bagi Ibu Menyusui Untuk Meningkatkan Produksi Asi 2026-09-03T02:01:11+00:00 Mariani Mariani mariakenby@gmail.com Alwin Widyanto AlwinWidyanto@gmail.com Yulia Rahmawati Hasanah Hasanah@gmail.com <p>Program peningkatan capaian pemberian ASI eksklusif merupakan salah satu program prioritas, karena pemberian ASI eksklusif dapat memberikan dampak yang sangat besar terhadap kesehatan dan status gizi balita, terutama mencegah terjadinya stunting. Produksi Air Susu Ibu (ASI) merupakan faktor utama dalam memastikan tumbuh kembang bayi optimal, terutama pada enam bulan pertama kehidupan. Beberapa faktor yang mempengaruhi rendahnya capaian ASI Eksklusif diantaranya kurangnya pengetahuan ibu mengenai manajemen laktasi, dan produksi ASI yang dianggap tidak cukup. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang pemanfaatan daun kelor sebagai suplemen bagi ibu menyusui untuk meningkatan produksi ASI. Metode yang digunakan meliputi Pre tes, edukasi supportif dengan memaparan materi secara teoritik, diskusi tanya jawab, dan posttest. Instrumen evaluasi berupa kuesioner pilihan ganda yang menilai pengetahuan ibu. Hasil dari PKM ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu yaitu sebagian besar&nbsp; dengan kategori cukup 46,9% saat pretes, menjadi&nbsp; 84,4% dengan kategori baik setelah posttest. Seluruh peserta mengalami peningkatan baik pengetahuan setelah diberikan edukasi. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi terbukti efektif membantu ibu memahami tentang pemanfaatan daun kelor sebagai suplemen bagi ibu menyusui untuk membanttu meningkatan produksi ASI. Sehingga, edukasi dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi yang dapat digunakan untuk membantu meningkatkan pengetahuan ibu menyusui agar berhasil dalam memberikan ASI secara eksklusif</p> 2026-09-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Mariani Mariani, Alwin Widyanto, Yulia Rahmawati Hasanah https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jpm/article/view/3375 Pendampingan Lansia Hipertensi Melalui Intervensi Autosugesti Model Ravs Dalam Mendukung Pengendalian Tekanan Darah 2026-09-01T04:15:29+00:00 Wahidin Wahidin wahidin@umt.ac.id Dina Raidanti DinaRaidanti@gmail.com Adi Riyan AdiRiyan@gmail.com Ali Koesoema Wardhana Wardhana@gmail.com <p>Hipertensi pada lansia memerlukan pengelolaan yang tidak hanya berfokus pada terapi medis, tetapi juga pada kemampuan self-management, pengelolaan stres, kepatuhan terhadap pengobatan, serta dukungan sosial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan lansia dalam mendukung pengelolaan hipertensi melalui penerapan Model Autosugesti RAVS (Reframing, Relaxation, Affirmation, Visualization, dan Spirituality Reflection). Kegiatan dilaksanakan di Desa Daon, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, dengan melibatkan 27 lansia serta dukungan kader Posbindu dan keluarga. Metode menggunakan pendekatan Participatory Community Empowerment melalui tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pelaksanaan meliputi edukasi hipertensi, demonstrasi dan praktik RAVS, pendampingan selama 4 minggu sebanyak 12 sesi, monitoring, serta evaluasi melalui pengukuran pengetahuan, tekanan darah, kualitas hidup, kepatuhan pengobatan, dan capaian penerapan RAVS. Hasil menunjukkan capaian penerapan RAVS yang relatif baik, dengan skor tertinggi pada relaksasi dan pernapasan (3,31) serta terendah pada pemahaman materi (2,92). Skor pengetahuan meningkat dari 2,07 menjadi 2,65 pada pengukuran akhir, sedangkan tekanan darah berubah dari 144,59/85,37 mmHg pada baseline menjadi 131,48/78,19 mmHg pada pengukuran terakhir. Skor kepatuhan pengobatan meningkat dari 2,02 menjadi 3,88, dan kualitas hidup meningkat dari 1,94 menjadi 2,85. Selain itu, sedikitnya lima kader Posbindu dilatih untuk mendukung pendampingan bagi lansia. Hasil tersebut menunjukkan bahwa RAVS berpotensi menjadi pendekatan psikospiritual pendukung dalam pemberdayaan lansia hipertensi berbasis komunitas. Temuan ini perlu ditafsirkan sebagai perubahan selama pelaksanaan program, bukan sebagai bukti hubungan kausal, karena kegiatan ini tidak menggunakan kelompok pembanding</p> 2026-09-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Wahidin Wahidin, Dina Raidanti, Adi Riyan, Ali Koesoema Wardhana https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jpm/article/view/3399 Sosialisasi Pemanfaatan Kayu Manis sebagai Bahan Pangan dalam Mendukung Upaya Pencegahan Diabetes Melitus pada Masyarakat 2026-09-15T06:00:40+00:00 Ineke Noviana novianaineke77@gmail.com Leni Landudjama LeniLandudjama@gmail.com Ayu Wahyuni Lestari Lestari@gmail.com Yosephina E.S Gunawan Gunawan@gmail.com Umbu Putal Abselian Abselian@gmail.com <p>Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang memerlukan upaya pencegahan melalui penerapan pola hidup sehat dan pemanfaatan bahan pangan yang berpotensi mendukung kesehatan metabolik. Kayu manis (<em>Cinnamomum spp</em>.) merupakan rempah yang umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi mendukung metabolisme glukosa dan sensitivitas insulin. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat dan pemanfaatan kayu manis sebagai bagian dari pola makan sehat dalam mendukung upaya pencegahan diabetes melitus. Kegiatan dilaksanakan di Desa xxx dengan melibatkan 15 orang masyarakat. Metode yang digunakan adalah <em>extension</em> melalui edukasi interaktif mengenai diabetes melitus, pencegahannya, potensi manfaat kayu manis, serta cara pemanfaatannya dalam makanan sehari-hari. Edukasi didukung dengan leaflet bergambar dan diskusi interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta telah mengenal kayu manis sebagai rempah, namun sebanyak 10 peserta (66,7%) belum terbiasa menggunakannya dalam pengolahan makanan dan seluruh peserta belum mengetahui potensi manfaat kayu manis terhadap kesehatan metabolik. Peserta menunjukkan antusiasme selama edukasi dan diskusi mengenai manfaat serta penggunaan kayu manis. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi mengenai pemanfaatan rempah lokal dapat menjadi salah satu pendekatan promotif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Kayu manis dapat diperkenalkan sebagai bahan pangan pendukung dalam pola makan sehat, namun bukan sebagai pengganti pengobatan medis. Pemanfaatannya perlu dilakukan secara wajar dan diintegrasikan dengan pola makan seimbang, aktivitas fisik, pengendalian berat badan, pembatasan konsumsi gula, serta pemeriksaan kadar glukosa secara berkala.</p> 2026-09-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Ineke Noviana, Leni Landudjama, Ayu Wahyuni Lestari, Yosephina E.S Gunawan, Umbu Putal Abselian https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jpm/article/view/3352 Perilaku Anak Berkebutuhan Khusus Dan Pengaruh Pola Makan : Membangun Kebiasaan Sehat Untuk Tumbuh Kembang Optimal 2026-09-01T03:16:19+00:00 Monika Sawitri Prihatini monika.sawitri@yahoo.co.id Mamik Ratnawati mamik.perawat@gmail.com Ririn Probowati ririn_probowati@yahoo.com <p>Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) memiliki karakteristik fisik, mental, intelektual, sosial, dan emosional yang berbeda dari anak pada umumnya, sehingga memerlukan pendekatan pendidikan, pengasuhan, dan pelayanan khusus untuk mengoptimalkan potensi serta tumbuh kembangnya. ABK mencakup berbagai kondisi, antara lain disabilitas fisik, kesulitan belajar, gangguan perkembangan, serta gangguan perilaku. Setiap anak berhak memperoleh layanan pendidikan dan pengasuhan yang setara sesuai dengan kebutuhan dan karakteristiknya, baik melalui sekolah inklusi maupun Sekolah Luar Biasa (SLB). Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pemahaman orang tua, khususnya ibu yang memiliki anak ABK, mengenai karakteristik perilaku anak serta keterkaitannya dengan pola makan dalam mendukung optimalisasi tumbuh kembang anak. Metode kegiatan dilaksanakan dalam bentuk parenting melalui pemberian edukasi secara interaktif. Kegiatan dilaksanakan di salah satu SLB di Kabupaten Jombang pada tanggal 25 November 2025 dengan peserta ibu yang memiliki anak usia sekolah dasar. Kegiatan diawali dengan pemaparan materi selama kurang lebih 60 menit, kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi mengenai pengalaman orang tua dalam merawat dan memenuhi kebutuhan anak ABK. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan memiliki ketertarikan yang tinggi terhadap materi yang disampaikan. Hal tersebut terlihat dari banyaknya pertanyaan, tanggapan, serta diskusi aktif mengenai pengalaman pengasuhan, perilaku anak, dan pemilihan makanan. Beberapa penelitian menunjukkan adanya keterkaitan antara jenis makanan yang dikonsumsi anak ABK dengan munculnya atau meningkatnya gejala hiperaktivitas pada sebagian anak. Oleh karena itu, orang tua, terutama ibu yang berperan dalam penyediaan makanan sehari-hari, perlu memiliki pengetahuan yang memadai mengenai pemilihan makanan yang sesuai dan makanan yang perlu dibatasi agar tidak berpotensi memengaruhi perilaku anak. Edukasi parenting secara berkelanjutan diharapkan dapat memperkuat kemampuan orang tua dalam memberikan pengasuhan dan mendukung tumbuh kembang ABK secara optimal.</p> 2026-09-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Monika Sawitri Prihatini, Mamik Ratnawati, Ririn Probowati https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jpm/article/view/3402 Edukasi Regulasi Emosi Remaja Sebagai Upaya Kesiapsiagaan Psikososial Dalam Menghadapi Situasi Kegawatdaruratan Di ILP Remaja 2026-09-14T02:07:48+00:00 Didik Susetiyanto Atmojo tiyanto.didik@gmail.com Zulvana Zulvana@gmail.com Iva Milia Hani Hani@gmail.com Arik Sofan Tohir Tohir@gmail.com <p>Bencana dan situasi kegawatdaruratan tidak hanya menimbulkan dampak fisik, tetapi juga mengganggu rasa aman, kestabilan emosi, dan fungsi sosial remaja. Kemampuan regulasi emosi menjadi bekal penting bagi remaja agar mampu mengenali respons emosional, menenangkan diri, dan mengambil keputusan yang aman saat menghadapi keadaan darurat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi regulasi emosi kepada remaja di kelompok Integrasi Layanan Primer (ILP) Remaja Desa Tertek, Pare, sebagai bagian dari kesiapsiagaan dan dukungan psikososial bencana. Metode yang digunakan adalah edukasi/penyuluhan, simulasi pertolongan pertama, dan roleplay. Kegiatan diawali dengan pretest, kemudian dilakukan edukasi, dan diakhiri dengan posttest untuk mengukur pengetahuan dan regulasi emosi peserta. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Februari 2026 dan diikuti oleh 30 remaja. Setelah dilakukan edukasi terdapat peningkatan pengetahuan peserta, ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata dari 61,3 (pretest) menjadi 82,7 (posttest) serta peningkatan proporsi peserta berkategori pengetahuan baik dari 20,0% menjadi 80,0%. Kemampuan regulasi emosi peserta juga membaik, ditunjukkan oleh peningkatan proporsi peserta berkategori baik dari 16,7% menjadi 60,0%, sedangkan proporsi berkategori kurang menurun dari 30,0% menjadi 3,3%. Peserta juga menunjukkan partisipasi aktif dalam sesi roleplay dan diskusi kelompok. Kader dan pengelola ILP Remaja Desa Tertek dapat melanjutkan program edukasi regulasi emosi pada pertemuan berikutnya, dan penting untuk terus memberikan edukasi kesiapsiagaan psikososial agar remaja lebih siap menghadapi situasi kegawatdaruratan.</p> 2026-09-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Didik Susetiyanto Atmojo, Zulvana, Iva Milia Hani, Arik Sofan Tohir https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jpm/article/view/3408 Pengaruh Edukasi Kesehatan Tentang Penggunaan Gadget Terhadap Tingkat Pengetahuan siswa SMPN 2 Gading Rejo, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu 2026-09-17T03:13:08+00:00 Yayan Setia Pratama yayansetiapratama27@gmail.com Vovi Meidas Setia Setia@gmail.com Vovi Meidas Setia Setia@gmail.com Hanum Aurilia Az Zahra Hanum@gmail.com Sugiarto Sugiarto@gmail.com Citra Aprlia Aprlia Aprlia@gmail.com Nasya Amelia Putri NasyaAmelia@gmail.com Ridho Saputra Saputra@gmail.com Arkan Athallah Rambe Rambe@gmail.com Nazwa Keyza Azahra Azahra@gmail.com M.Farel Pratama PratamaFarel@gmail.com Yolanda Yolanda@gmail.com Charyn Fathanh Fathanh@gmil.com M.Dira Pratama PratamaDira@gmail.com Ami Nuri Arthia Arthia@gmail.com Zahra Nur Hidayati Hidayati@gmail.com Naiya Saffira Chairun Chairun@gmail.com <p>Penggunaan gadget yang berlebihan pada remaja dapat menimbulkan berbagai dampak terhadap kesehatan fisik, psikologis, dan sosial. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi kesehatan tentang penggunaan gadget terhadap tingkat pengetahuan siswa SMPN 2 Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu. Kegiatan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif dengan metode ceramah interaktif, permainan flash card, diskusi, dan tanya jawab. Dari 60 peserta, sebanyak 30 responden memiliki data pre-test dan post-test yang lengkap. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner 20 pernyataan sebelum dan sesudah edukasi. Hasil menunjukkan proporsi respons “Setuju” meningkat dari 72,0% pada pre-test menjadi 73,8% pada post-test, dengan peningkatan sebesar 1,8 poin persentase. Sebanyak 13 responden (43,3%) mengalami perubahan positif dari “Tidak Setuju” menjadi “Setuju”, sedangkan tidak terdapat perubahan ke arah sebaliknya. Temuan tersebut menunjukkan bahwa edukasi kesehatan berbasis flash card dengan integrasi nilai akhlakul karimah memberikan pengaruh positif dalam meningkatkan dan memperkuat pengetahuan siswa mengenai penggunaan gadget yang sehat. Edukasi kesehatan digital secara interaktif dan berkelanjutan perlu dikembangkan di lingkungan sekolah.</p> 2026-09-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Yayan Setia Pratama, Vovi Meidas Setia, Vovi Meidas Setia, Hanum Aurilia Az Zahra, Sugiarto, Citra Aprlia Aprlia, Nasya Amelia Putri, Ridho Saputra, Arkan Athallah Rambe, Nazwa Keyza Azahra, M.Farel Pratama, Yolanda, Charyn Fathanh, M.Dira Pratama, Ami Nuri Arthia, Zahra Nur Hidayati, Naiya Saffira Chairun https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jpm/article/view/3434 Membangun Budaya Keselamatan melalui Pelatihan Tanggap Darurat Code Red dan Code Blue bagi Tenaga Kesehatan di RS Dian Husada Mojokerto 2026-10-10T10:18:59+00:00 Nuris Kushayati fa.fun11@yahoo.co.id Indrawati Indrawati indrawatiindah85@gmail.com Iil Dwi Lactona ilmayraqueen@gmail.com <p>Kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam menghadapi situasi darurat merupakan elemen krusial dalam manajemen keselamatan rumah sakit, terutama bagi rumah sakit tipe C yang menghadapi keterbatasan sumber daya manusia terlatih dan fasilitas emergensi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan membangun budaya keselamatan melalui pelatihan tanggap darurat Code Red (kebakaran) dan Code Blue (henti jantung) bagi tenaga kesehatan di RS Dian Husada Mojokerto. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman yang terdiri dari tiga tahapan, yaitu persiapan (analisis situasi dan perencanaan), pelaksanaan (tabletop exercise dan simulasi peran dengan skenario terintegrasi), serta evaluasi (debriefing dan analisis data). Peserta berjumlah 25 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi ceklist tanggap darurat pada 8 komponen dengan 32 indikator, pencatatan response time, dan dokumentasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat kepatuhan pelaksanaan simulasi sebesar 84,37% dengan kategori "Cukup Baik", di mana lima komponen mencapai 100% (sistem aktivasi dan komunikasi, ketepatan peran tim Code Red, proses evakuasi dan titik kumpul, manajemen SDM dan pengamanan area, serta kesiapan fasilitas dan peralatan), sedangkan tiga komponen masih di bawah 100%, yaitu waktu tanggap (50%), respons dan penanganan Code Blue (75%), serta dokumentasi dan pelaporan insiden (33,3%). Temuan utama dari debriefing meliputi keterlambatan penanganan awal api (APAR response time 7 menit dari target ? 3 menit), kelemahan struktur komando di TKP, dan keterlambatan tim Code Blue akibat gangguan alat komunikasi (7 menit dari target ? 5 menit). Simulasi terintegrasi terbukti efektif dalam mengidentifikasi kelemahan prosedur dan memperkuat kolaborasi lintas unit. Implikasi dari kegiatan ini adalah perlunya pelaksanaan simulasi secara berkala setiap setahun sekali dengan variasi skenario yang semakin kompleks, disertai pemeliharaan rutin peralatan komunikasi darurat dan penguatan sistem komando 24 jam, agar budaya keselamatan yang telah terbangun dapat dipertahankan dan ditingkatkan secara berkelanjutan di lingkungan rumah sakit.</p> 2026-09-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Nuris Kushayati, Indrawati Indrawati, Iil Dwi Lactona