Strengthening Family Knowledge As A Stunting Prevention Effort In Upt Puskesmas Moncobalang Kab. Gowa

Penguatan Pengetahuan Keluarga Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Di UPT Puskesmas Moncobalang Kab. Gowa

Authors

  • Nour Sriyanah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makassar
  • Suradi Efendi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makassar

DOI:

https://doi.org/10.33023/jpm.v8i3.1297

Keywords:

Pengetahuan, Pencegahan, Stunting

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi kronis di Indonesia, sehingga melalui Program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RJPM) pemerintah menargetkan pada tahun 2025 akan mengurangi 40% jumlah balita pendek. Stunting atau pendek didefinisikan sebagai kondisi gagal tumbuh pada bayi (0- 11 bulan) dan anak balita (12-59 bulan) akibat dari kekurangan gizi kronis terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan sehingga anak terlalu pendek hal ini berdampak pada tingkat kecerdasan, kerentanan terhadap penyakit, menurunkan produktifitas dan kemudian menghambat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kemiskinan dan ketimpangan sehingga perlu menjadi perhatian sedini mungkin dengan cara peningkatan pengetahuan kepada masyarakat yang mempunyai balita dan ibu hamil. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 05 Januari 2022 Sebelum proses penyuluhan juga melakukan screening kepada masyarakat yang mempunyai balita stunting dengan cara melakukan pengukuran TB, BB dan wawancara oleh orang tua yang dilakukan secara tatap muka. hasil pelaksanaan kegiatan diperoleh bahwa masyarakat dominan kurang pengetahuan tentang stunting dari hasil wawancara dengan beberapa ibu-ibu yang memiliki balita diketahui belum banyak terpapar mengenai stunting, sehingga beberapa dari mereka beranggapan bahwa anak lebih pendek dari usianya adalah faktor genetik. Dari hasil kegiatan dapat disimpulkan Ada pengaruh pemberian penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan pada ibu balita yang dicurigai stunting dan Ibu hamil.diharapkan merumuskan program penanganan balita stunting misalnya pemberian tablet zink pada balita, menjalin kerja sama dengan Dinas Pendidikan agar sekolah memberikan materi makanan sehat dan PHBS.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arnita, S., Rahmadhani, D. Y., & Sari, M. T. (2020). Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu dengan Upaya Pencegahan Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Kawat Kota Jambi. Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi, 9(1), 7. https://doi.org/10.36565/jab.v9i1.149

Astuti, S. (2018). Gerakan Pencegahan Stunting Melalui Pemberdayaan Masyarakat Di Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang. Dharmakarya, 7(3), 185–188. https://doi.org/10.24198/dharmakarya.v7i3.20034

Boucot, A., & Poinar Jr., G. (2010). Stunting. Fossil Behavior Compendium, 5, 243–243. https://doi.org/10.1201/9781439810590-c34

Hamzah, S. R., & B, H. (2020). Gerakan Pencegahan Stunting Melalui Edukasi pada Masyarakat di Desa Muntoi Kabupaten Bolaang Mongondow termasuk di Kabupaten Bolaang Mongondow masih cukup tinggi adalah pola asuh orangtua program promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat yang semuanya. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia, 1(4), 229–235.

Hidayah, N. (2020). Upaya Pemberdayaan Masyarakat Dalam Menciptakan Generasi Milenial Sadar Gizi Yang Bebas Stunting Melalui Kegiatan 1000 HPK. 3(1), 86–93.

Irhamna, A., Razak, M., Indalika, A., & Razak, M. (2021). EFFECTIVENESS OF NUTRITIONAL INTELLIGENCE PROGRAM TOWARDS IMPROVING MATERNAL KNOWLEDGE AS AN EFFORT TO PREVENT STUNTING IN. 2(02), 30–36.

Langi, G. K. L., Harikedua, V. T., Purba, R. B., & Janeke, I. (2019). Asupan zat gizi dan tingkat pendapatan Keluarga Terhadap Kejadian Stunting pada Anak Usia 3-5 Tahun. Gizido, 11(2).

Laili, U., & Andriani, R. A. D. (2019). Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pencegahan Stunting. Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS, 5(1), 8. https://doi.org/10.32528/pengabdian_iptek.v5i1.2154

Linasari, D. (2021). Risk Factors for the Prevalence of Stunting in Young Children and Its Prevention. Proceedings of the 12th Annual Scientific Meeting, Medical Faculty, Universitas Jenderal Achmad Yani, International Symposium on ‘Emergency Preparedness and Disaster Response during COVID 19 Pandemic’ (ASMC 2021), 37(Asmc), 172–176. https://doi.org/10.2991/ahsr.k.210723.042

Maulidah, W. B., Rohmawati, N., & Sulistiyani, S. (2019). Faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Desa Panduman Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember. Ilmu Gizi Indonesia, 2(2), 89. https://doi.org/10.35842/ilgi.v2i2.87

Nadhiroh, S. R. (2015). Faktor yang berhubungan dengan kejadian Stunting pad Balita. Media Gizi Indonesia, 10(1), 13–19.

Nour Sriyanah, I. S., Efendi, S., Hasriani, & Dardi2, S. (2022). DESCRIPTION OF STUNTING INCIDENT FACTORS IN CHILDREN BASED ON. 14, 333–340.

Sriyanah, N. (2022). Stunting incidents in children in the working area of Puskesmas Moncongloe , Maros Regency. 6(April), 684–697.

Mediani, H. S., Nurhidayah, I., & Lukman, M. (2020). Pemberdayaan Kader Kesehatan tentang Pencegahan Stunting pada Balita. Media Karya Kesehatan, 3(1), 82–90.

Satriawan, E. (2018). Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting 2018- 2024 (National Strategy for Accelerating Stunting Prevention 2018-2024). Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia, (November), 1–32.

Published

2022-09-30

How to Cite

Nour Sriyanah, & Suradi Efendi. (2022). Strengthening Family Knowledge As A Stunting Prevention Effort In Upt Puskesmas Moncobalang Kab. Gowa: Penguatan Pengetahuan Keluarga Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Di UPT Puskesmas Moncobalang Kab. Gowa. Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan, 8(3), 309-316. https://doi.org/10.33023/jpm.v8i3.1297