HUBUNGAN POLA ASUH IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI DESA KERTOSARI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KERTOSARI BANYUWANGI

The Relationship of Mother's Parenting with Stunting Events In Toddlers At Kertosari Village Work Area Kertosari Health Center

Authors

  • Indah Christiana STIKES Banyuwangi
  • Annisa Nur Nazmi
  • Fatima Harifatun Anisa

DOI:

https://doi.org/10.33023/jikep.v8i2.1161

Keywords:

Kata Kunci : Pola Asuh Ibu, Kejaduan stunting, Balit

Abstract

Pendahuluan : : Indonesia termasuk urutan ketiga negara dengan pravelensi tertinggi di Asia untuk kasus stunting. Stunting merupakan kondisi dimana badan balita lebih pendek dibandingan dengan anak seusianya. Stunting ini dipengaruhi salah satunya dengan pola asuh ibu, apabila stunting tidak segera ditangani akan berdampak terhadap pertumbuhan dan resiko penyakit tidak menular. Tujuan: adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh ibu dengan kejadian stunting pada balita di Desa Kertosari Wilayah Kerja Puskesmas Kertosari. Metode: : Desain penelitian ini menggunakan analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki balita yang mengalami stunting sejumlah 45 dan jumlah sampel 40 responden, yang menggunakan purposive sampling kemudian dilakukan Uji statistik dengan menggunakan Rank Spearman, dan Spss 16 for windows. Hasil: Didapatkan bahwa nilai p-value 0,030 < 0,05 maka ada hubungan pola asuh ibu dengan kejadian stunting pada balita di Desa Kertosari Wilayah kerja Puskesmas Kertosari. Kesimpulan: bagi ibu yang memiliki balita untuk memperhatikan asupan gizi serta memantau pertumbuhan dan perkembangan anak dan rutin datang ke posyandu untuk mendeteksi secara dini kejadian stunting.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adriani, B. d. (2014). Peranan Gizi Dalam Siklus Kehidupan. Jakarta: Kencana Prenada Maedia Group.

Anisa. (2012). Faktor - faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 24 - 60 bulan di Kelurahan Depok Tahun 2012. Depok: Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia.

Antari, L. I. (2020). Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan. Denpasar.

Anugraheni. (2012). Faktor risiko kejadian stunting pada anak usia 12-36 Bulan di Kecamatan Pati, Kabupaten Pati. Semarang.

Ariska, R. (2018). Hubungan Pola Asuh Ibu dan Pola Makan anak dengan Status Gizi pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Singotrunan Banyuwangi. Banyuwangi.

Candra, R. H. (2017). Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Tingkat Kemandirian Personal Hygiene Anak Usia Prasekolah (4-6) Tahun di TK Islam Rahmatullah Banyuwangi. Banyuwangi.

Devi, N. P. (2019). Hubungan Pola Asuh Orang tua dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24 - 59 bulan di Desa Singakerta Kecamatan Ubud Gianyar tahun 2019. Denpasar: Politeknik Kesehatan Denpasar.

Dwi, F. (2020). Hubungan antara Pola Asuh Keluarga degan Kejadian Balita Stunting pada Keluarga Miskin di Palembang. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas.

Endang. (2017). Faktor-faktor Penyimpangan Positif (Positive Devience) Status Gizi Balita (Usia 12-59 Bulan) Pada Keluarga Nelayan di Wilayah Kerja Puskesmas Pambusuang Kecamatan Balanipa Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2016. Makassar.

Farah Okky Aridiyah, d. (2015). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak Balita di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan. e-Jurnal Pustaka Kesehatan, vol. 3 (no. 1).

Hafid. (2016). Faktor Stunting pada Anak Usia 6 - 23 Bulan di Kabupaten Jeneponto. Journal of Human Nutrition, 3(1):42-53.

Hapsari, W. (2018). Hubungan Pendapatan Keluarga, Pengetahuan Ibu tentang Gizi, Tinggi Badan Orang Tua, dan Tingkat Pendidikan Ayah dengan Kejadian Stunting pada Anak Umur 12-59 bulan. Surakarta.

Hariyati, N. (2016). Hubungan Antara Riwayat Infeksi dan Tingkat Konsumsi dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 25-59 Bulan (Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Kalisat Kabupaten Jember). Jember: Universitas Jember.

Iqbal, M. (2014). Gambaran Pola Asuh Dan Status Gizi Balita Usia 6-59 Bulan Pada Suku Mandar Di Desa Batulaya Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2013. Makassar.

Irawan, V. d. (2019). Hubungan Pola Asuh Ibu Bekerja Dengan Perkembangan Sosial Anak Usia Prasekolah. Health Science Journal. Volume 3 (2), 39-40.

Irawati. (2013). Status gizi ibu sebelum hamil sebagai prediksi berat dan panjang bayi lahir di Kecamatan Bogor. Bogor.

Irviani. (2014). Hubungan Faktor Sosial Ekonomi Keluarga dengan Kejadian Stunting Anak Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Barombong Kota Makassar Tahun 2014 . Al-Sihah : Public Health Science Journal.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes, R. (2018). Situasi Balita Pendek di Indonesia . Buletin Jendela.

Kusnaedi. (2010). Mengolah Air Kotor Untuk Air Minum. Jakarta: Penebar Swadaya.

Larasati, N. N. (2018). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejdaian Stunting pada Balita Usia 25-59 Bulan Di Posyandu di Wilayah Puskesmas Wonosari II Tahun 2017. Yogyakarta: Poltekes Yogyakarta.

Loya, R. R. (2016). Pola Asuh Pemberian Makan pada Bayi Stunting Usia 6-12 Bulan di Kabupatan Sumba Tengah Nusa Tenggara Timur. Semarang.

Lubis. (2016). Hubungan Tipe Pola Asuh Orang Tua Terhadap Pola Makan (Jenis, Frekuensi, jumlah Asupan Energi) Dan Status Gizi .

Meliasari, D. (2019). Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Kejadian Stunting pada Balita di Paud AL-Fitrah Kecamatan Sei Rampah Kabupaten Serdang Bedagai. Jurnal Ilmiah Panmed.

Mukti, B. R. (2017). Hubungan Pola Asuh Ibu Usia Muda Dengan Perkembangan Balita Usia 12-36 Bulan Di Wilayah Puskesmas Saptosari Gunung Kidul Tahun 2017. Yogyakarta: Poltekes Kemenkes.

Muthmainnah. (2018). Hubungan Pola Asuh Ibu dengan Kejadian Stunting pada Anak Balita Usia 12-36 Bulan Di Wilayah Pegunungan Kecamatan Barakak Kabupaten Enrekang Tahun 2017. Makassar.

Niga, D. M. (2016). Hubungan Antara Praktik Pemberian Makan, Perawatan Kesehatan, dan Kebersihan Anak dengan Kejadian Stunting pada Anak usia 1-2 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Oebobo Kota Kupang.

Noorhasanah, E. (2021). Hubungan Pola Asuh Ibu Dengan Kejadian Stunting Anak Usia 12-59 Bulan. Jurnal Ilmu Keperawatan Anak, Vol 4 No 1, May 2021.

Nursalam. (2017). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Pratiwi, T. D. (2016). Hubungan Pola Asuh Ibu dengan Status Gizi Balita Wilayah Kerja Puskesmas Belimbing Kota Padang. Jurnal Kesehatan Andalas. 2016; 5(3).

Putri, M. (2018). Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kejadian Status Gizi Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Bulang Kota Batam. Jurnal Bidan Komunitas, volume 11 (2): 110.

Rahmayana, I. I. (2014). Hubungan Pola Asuh Ibu Dengan Kejadian Stunting Anak Usia 24-59 Bulan Di Posyandu Asoka II Wilayah Pesisir Kelurahan Ba- rombong Kecamatan Tamalate Kota Makassar Tahun 2014. Makassar.

Renyoet. (2012). Hubungan pola asuh dengan kejadian stunting anak usia 6-23 bulan di wilayah pesisir kecamatan tallo kota makassar. Jurnal Nutrient Science (PA-NSC, 1-13. .

RI, K. K. (2018c). Situasi Balita Pendek (Stunting) di Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.

Risani. (2017). Pola Asuh Pemberian makan pada Bayi Stunting Usia 6-12 bulan di Kabupaten Sumba Tengah Nusa Tenggara Timur. Journal of Nutrition Colloge.

Published

2022-06-30

How to Cite

Christiana, I., Nazmi, A. N., & Anisa, F. H. (2022). HUBUNGAN POLA ASUH IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI DESA KERTOSARI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KERTOSARI BANYUWANGI: The Relationship of Mother’s Parenting with Stunting Events In Toddlers At Kertosari Village Work Area Kertosari Health Center . Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing), 8(2), 397-409. https://doi.org/10.33023/jikep.v8i2.1161