GAMBARAN PUTUS BEROBAT DARI SUDUT PANDANG PENDERITA DAN PENGAWAS MINUM OBAT DI KOTAMADYA PAREPARE

(OVERVIEW OF DRUG WITHDRAWAL FROM SUFFERERS AND SUPERVISORS OF TAKING MEDICINE VIEWPOINT IN PAREPARE)

  • I Wayan Dedus Suriyana Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Keperawatan, Universitas Hasanuddin Makassar
  • Elly Lilianty Sjattar Dosen Program Studi Magister Ilmu Keperawatan, Universitas Hasanuddin Makassar
  • Andi Masyitha Irwan Dosen Program Studi Magister Ilmu Keperawatan, Universitas Hasanuddin Makassar
  • Hapsah Hapsah Dosen Program Studi Magister Ilmu Keperawatan, Universitas Hasanuddin Makassar

Abstract

ABSTRAK

Latar Belakang : Tuberkulosis paru adalah penyakit infeksi dan kuman penyebabnya telah diketahui serta obat-obatan untuk menyembuhkan sudah sangat efektif dan maju pesat, namun masalah pemberantasan dan penanggulangannya sampai saat ini belum memuaskan, sehingga perlu uraian tentang gambaran putus obat penderita tuberkulosis ditinjau dari penderita dan pengawas minum obat.

Tujuan : Memberikan gambaran putus berobat dari sudut pandang penderita tuberkulosis dan pengawas minum obat di Puskesmas dalam wilayah kerja Dinas Kesehatan Kotamadya Parepare.

Metode : Penelitian deskriptif ini memiliki 32 responden 16 orang penderita tuberkulosis paru, dan 16 orang pengawas minum obat, yang diperoleh secara purposive sampling. Data ditelusuri dengan wawancara terstruktur dengan mempertimbangkan peran masing-masing responden.

Hasil : Penelitian ini menunjukkan bahwa penderita mengalami putus obat (12 laki-laki; 4 perempuan; rata-rata berusia 47,81 tahun  (21-71tahun)); dengan rata-rata lama terdiagnosis tuberkulosis  6,94 bulan (±3,1; range: 3–13 bulan) dan rata-rata lama konsumsi obat anti tuberkulosis 1,95 bulan (±1,2; range: 1–4 bulan).  Pengawas minum obat  berjumlah 16 orang yang terdiri dari laki-laki 2 orang  (12,5%), dan perempuan sebanyak 14 orang  (87,5%). Penderita tuberkulosis memiliki  pengawas minum obat sebanyak 16 orang  (100%). Pengawan minum obat dan keluarga mendukung pengobatan pasien sebanyak 13 orang (81,25%). Alasan putus berobat ada dua yaitu yang pertama  karena efek samping obat seperti Mual, muntah, Pusing, nyeri sendi, badan tertusuk-tusuk sebanyak 12 orang (75%) dan alasan yang kedua adalah penderita tuberkulosis merasa sembuh sebanyak 4 orang (25%).

Kesimpulan : Mayoritas penderita tuberkulosis mengalami putus obat disebabkan karena efek samping obat sehingga menurunkan keinginan untuk melanjutkan pengobatan meskipun memperoleh dukungan dari keluarga dan petugas kesehatan.

Kata kunci : Penderita tuberkulosis, Pengawas minum obat, Putus Berobat.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2018-09-03
How to Cite
Suriyana, I. W., Sjattar, E., Irwan, A., & Hapsah, H. (2018). GAMBARAN PUTUS BEROBAT DARI SUDUT PANDANG PENDERITA DAN PENGAWAS MINUM OBAT DI KOTAMADYA PAREPARE. Jurnal Ilmiah Keperawatan, 4(2), 16-26. Retrieved from https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/171