Pengaruh terapi jalan kaki 30 menit terhadap penurunan tekanan darah pada lanjut usia (lansia) penderita hipertensi
The effect of 30-minute walking therapy on reducing blood pressure in elderly hypertension patient
DOI:
https://doi.org/10.33023/jikep.v12i1.2937Keywords:
Hypertension, Elderly, Waling TherapyAbstract
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat, termasuk di Indonesia. Kondisi ini sering terjadi pada lanjut usia (lansia) akibat perubahan fisiologis seiring bertambahnya usia. Salah satu pendekatan non-farmakologis yang efektif untuk menurunkan tekanan darah adalah terapi jalan kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi jalan kaki selama 30 menit terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Desain penelitian ini adalah pra-eksperimen dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Sampel berjumlah 52 lansia yang dipilih dengan teknik purposive sampling dari total populasi 108 orang. Intervensi berupa jalan kaki selama 30 menit dilakukan sebanyak 12 kali dalam satu bulan, dengan frekuensi tiga kali per minggu. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan tensimeter digital. Data dianalisis dengan uji Paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan tekanan darah. Sebelum diberikan intervensi mayoritas dengan hipeternsi Tingkat 1 dan setelah diberikan intervensi mayoritas responden pada kategori pra hipertensi dengan nilai statistik p: 0.000. Maka, dapat disimpulkan bahwa terdapat adanya pengaruh aktivitas jalan kaki terhadap tekanan darah pada lansia hipertensi. Terapi jalan kaki 30 menit terbukti efektif sebagai intervensi non-farmakologis dalam menurunkan tekanan darah lansia hipertensi.
Downloads
References
American Heart Association. (2023). Understanding Blood Pressure. Aha. Retrieved from http://www.heart.org/HEARTORG/Conditions/HighBloodPressure/AboutHighBloodPressure/Understanding-Blood-Pressure-Readings_UCM_301764_Article.jsp
Arbi, F., Choiri, R., Pudjijuniarto, P., Mokhamad, ;, Bawono, N., Ananda, ;, & Bakti, P. (2024). Pengaruh Aktivitas Jalan Kaki Terhadap Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Lansia Di UPT Mojokerto. Jurnal Ilmu Kesehatan, 1(2), 71–81.
Aris, A. (2018). Pengaruh Pemberian Rebusan Daun Salam terhadap Penurunan Tekanan Darah Tinggi di Desa Plosowahyu. Prosiding Seminar Nasional.
Centers for Disease Control and Prevention. (2024). High Blood Pressure Risk Factors. Retrieved from https://www.cdc.gov/high-blood-pressure/risk-factors/index.html
Clinic., M. (2023). High Blood Pressure Facts | High Blood Pressure | CDC. Retrieved from https://www.cdc.gov/high-blood-pressure/data-research/facts-stats/index.html
Dinkes Provinsi Jawa Timur. (2019). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur Tahun 2018. Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur Tahun 2018.
Facioli, T. de P., Buranello, M. C., Regueiro, E. M. G., Basso-Vanelli, R. P., & Durand, M. de T. (2022). Effect of Physical Training on Nitric Oxide Levels in Patients with Arterial Hypertension: An Integrative Review. International Journal of Cardiovascular Sciences, 35(2), 253–264. https://doi.org/10.36660/ijcs.20200244
Harmer. (2018). WalkingandPrimaryPrevention.AMeta-AnalysisofProspectiveCohortStudiesBrithis. JournalofSportsMedicine, 2008;42:23.
Hidayat, R., & Agnesia, Y. (2021). Faktor Risiko Hipertensi Pada Masyarakat di Desa Pulau Jambu UPTD Blud Kecamatan Kuok Kabupaten Kampar. Jurnal Ners, 5(1), 8–19.
Januarita S, N. V. (2024). Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Hipertensi Di Klinik Santa Maria Tak Bercela Surabaya. Stikes Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya.
Kemenkes. (2021). Manfaat aktivitas fisik - Direktorat P2PTM. Retrieved from http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/hipertensi/manfaat-aktivitas-fisik
Kemenkes, R. I. (2024). Pedoman Pengendalian Hipertensi di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama. Jakarta: Kemenkes.
Lee, L. L., Mulvaney, C. A., Wong, Y. K. Y., Chan, E. S. Y., Watson, M. C., & Lin, H. H. (2021). Walking for hypertension. Cochrane Database of Systematic Reviews, (2).
Muchtar, R. S. U., Natalia, S., & Patty, L. (2022). Pengaruh Slow Deep Breathing Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi. Jurnal Keperawatan Abdurrab, 6(1), 85–93.
Nasrullah, D. (2016). Buku Ajar Keperawatan Gerontik dengan Pendekatan Asuhan Keperawatan NANDA-NIC NOC. UMSurabaya Publishing.
Pitriani, R., Yanti, J. S., & Afni, R. (2017). Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Rumbai Pesisir. Jurnal Penelitian Kesehatan" SUARA FORIKES"(Journal of Health Research" Forikes Voice"), 9(1), 74–77.
Rohimah, S., & Dewi, N. P. (2022). Jalan kaki dapat menurunkan tekanan darah pada lansia. Healthcare Nursing Journal, 4(1), 157–167.
Sumah, D. F. (2019). Efektivitas pendidikan kesehatan dan senam hipertensi terhadap perubahan tekanan darah dan pengetahuan pasien hipertensi di Puskesmas Kecamatan Nusaniwe Ambon. Global Health Science, 4(2), 71–79.
Surbakti, S. (2019). Pengaruh latihan jalan kaki 30 menit terhadap penurunan tekanan darah pada pasien penderita hipertendi di rumah sakit umum Kabanjahe. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 20(77).
Wallis, J. A., Webster, K. E., Levinger, P., Singh, P. J., Fong, C., & Taylor, N. F. (2017). A walking program for people with severe knee osteoarthritis did not reduce pain but may have benefits for cardiovascular health: a phase II randomised controlled trial. Osteoarthritis and Cartilage, 25(12), 1969–1979.
WHO. (2021). hypertension. Retrieved from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hypertension
Yeni, Y., Rosyada, A., & Putri, D. A. (2022). Manajemen Faktor Risiko Hipertensi Melalui Edukasi Pengelolaan Stress Dan Aktifitas Fisik Kelompok Umur ? 45 Tahun. Jurnal Bhakti Civitas Akademika, 5(2), 7–17. https://doi.org/10.56586/jbca.v5i2.191
Y?ld?r?m, S. (2018). Gambaran karakteristik pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Gedongan Kota Mojokerto. Jurnal Kesehatan, 21, 1–9
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2026 Ninda Puspitasari, Siti Sholikhah, Abdul Majid

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) the right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to remix, adapt and build upon the work with an acknowledgment of the work's authorship and of the initial publication in Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing).
- Authors are permitted to copy and redistribute the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing).





