Hubungan self efficacy dengan kejadian baby blues syndrom pada ibu post partum

The relationship between self-efficacy and the incidence of baby blues syndrome in postpartum mothers

Authors

  • Rahmatya Putri Ayu Badjuka UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GORONTALO
  • Ani Retni UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GORONTALO
  • Fahmi A. Lihu UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GORONTALO

DOI:

https://doi.org/10.33023/jikep.v12i1.2964

Keywords:

Baby Blues, Ibu Post Partum, Self Efficacy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self-efficacy dengan kejadian baby blues syndrome pada ibu postpartum di wilayah kerja Puskesmas Telaga Biru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu postpartum yang berada di wilayah kerja Puskesmas Telaga Biru pada periode Januari–Maret 2025, dengan jumlah responden sebanyak 43 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner self-efficacy dan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara self-efficacy dengan kejadian baby blues syndrome pada ibu postpartum. Hubungan yang terbentuk bersifat negatif, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat self-efficacy ibu postpartum, maka semakin rendah risiko terjadinya baby blues syndrome. Penelitian ini menyimpulkan bahwa self-efficacy memiliki peran penting dalam menurunkan risiko terjadinya baby blues syndrome pada ibu postpartum. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan dan dukungan psikososial untuk meningkatkan self-efficacy ibu selama masa kehamilan dan setelah persalinan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Artikel / Jurnal / Prosiding

Melita, O., dkk. (2022). Gambaran maternal self-efficacy persiapan menjadi orangtua pada ibu postpartum trimester III di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Selatan. Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM), 676. Retrieved from https://doi.org/xxxx (sesuaikan jika ada DOI)

Janah, L. N. (2024). Self efficacy ibu postpartum dalam mencegah baby blues syndrome. (Jika ini artikel jurnal, tambahkan nama jurnal dan volumenya.)

Skripsi, Tesis, dan Disertasi

Fitrianingsih, J. (2021). Model self efficacy antenatal care (Sea Care) dalam upaya penurunan risiko komplikasi kehamilan dan persalinan = Self efficacy antenatal care (Sea Care) model in effort to reduce the risk of pregnancy and delivery complications (Disertasi doktoral, Universitas Hasanuddin). Universitas Hasanuddin.

Muing, R. D. (2021). Pengaruh self-efficacy terhadap penyelesaian tugas akhir (studi kasus mahasiswa Fakultas Ushuludin, Adab, dan Dakwah IAIN Palopo) (Skripsi, IAIN Palopo). IAIN Palopo.

Tilana, D. D. (2021). Hubungan dukungan suami, dukungan keluarga dan penyesuaian diri terhadap peran baru sebagai ibu dengan kejadian postpartum blues di wilayah kerja Puskesmas Andalas (Skripsi, Universitas Andalas). Universitas Andalas.

Dokumen / Laporan Resmi

Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo. (2024). Profil kesehatan Kabupaten Gorontalo 2024.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil kesehatan Indonesia 2023.

Published

2026-02-12

How to Cite

Badjuka, R. P. A., Retni, A. ., & Lihu, F. A. (2026). Hubungan self efficacy dengan kejadian baby blues syndrom pada ibu post partum: The relationship between self-efficacy and the incidence of baby blues syndrome in postpartum mothers. Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing), 12(1), 24-30. https://doi.org/10.33023/jikep.v12i1.2964