Efektivitas pengawas menelan obat terhadap keberhasilan pengobatan tuberkulosis

Effectiveness of drug supervisors on tuberculosis treatment success

Authors

  • Maria Pujiastuti Poltekkes Kemenkes Palangka Raya
  • Reri Noor Amelia Poltekkes Kemenkes Palangka Raya
  • Maria Magdalena Purba Poltekkes Kemenkes Palangka Raya

DOI:

https://doi.org/10.33023/jikep.v12i3.3303

Keywords:

Keberhasilan Pengobatan, Pengawas Menelan Obat, tenaga kesehatan, Tuberkulosis

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Keberhasilan pengobatan TB sangat dipengaruhi oleh peran Pengawas Menelan Obat (PMO), yakni individu yang memastikan pasien meminum obat secara teratur dan tuntas. Terdapat dua kategori PMO yang umum digunakan dalam program penanggulangan TB, yaitu PMO dari anggota keluarga dan PMO dari tenaga kesehatan. Namun, efektivitas komparatif kedua jenis PMO tersebut terhadap keberhasilan pengobatan TB belum sepenuhnya dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas PMO anggota keluarga dengan PMO tenaga kesehatan terhadap keberhasilan pengobatan TB. Penelitian menggunakan desain kohort retrospektif dengan menganalisis data rekam medis pasien TB yang menjalani pengobatan. Keberhasilan pengobatan dinilai berdasarkan kriteria sembuh dan pengobatan lengkap sesuai standar program nasional pengendalian TB. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan jenis PMO dengan keberhasilan pengobatan. Penelitian ini diharapkan memberikan bukti ilmiah yang dapat digunakan sebagai dasar kebijakan penentuan jenis PMO yang paling efektif dalam mendukung keberhasilan pengobatan TB, sehingga berkontribusi pada pencapaian target eliminasi TB secara nasional.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Kemenkes (2020). Petunjuk teknis manajemen dan tatalaksana TB. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.

Kemenkes. (2020). Petunjuk teknis manajemen dan tatalaksana TB. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.

Kusumaningsih, C. I., Wahyuningsih, Y., & Rasmada, S. (2022). Faktor–Faktor yang Berhubungan dengan Implementasi Peran Pengawas Menelan Obat (PMO) dalam Mendukung Kesembuhan Tuberculosis di Poli Paru RS X. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 4(1), 121–130. https://doi.org/10.37287/jppp.v4i1.806

Manurung, N., Harahap, R. H., Siregar, F. A., & Andayani, L. S. (2024). Collaboration and involvement of village heads, public health officer, and village midwives in improving adherence of tuberculosis patients. Clinical Epidemiology and Global Health, 26, 101528. https://doi.org/10.1016/j.cegh.2024.101528

Mokambu, Z. A., Yunus, P., & Syamsuddin, F. (2023). Peran Pengawas Minum Obat (PMO) Terhadap Keberhasilan Pengobatan TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Bulango Ulu. Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan, 1(2), 22–28.

Nurjanah, A., Rahmalia, F. Y., Paramesti, H. R., Laily, L. A., Pradani, F. K. P., Nisa, A. A., & Nugroho, E. (2022). Determinan Sosial Tuberkulosis di Indonesia. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia, 3(1), 65–76. https://doi.org/10.15294/jppkmi.v3i1.61083

WHO (2023a). Global tuberculosis report 2023. WHO Press. https://www.who.int/publications/i/item/9789240083851

WHO (2023b). Global tuberculosis report 2023. WHO Press. https://www.who.int/publications/i/item/9789240083851

Pertiwi, D., & Herbawani, C. K. (2021). Pengaruh Pengawas Minum Obat Terhadap Keberhasilan Pengobatan Pasien Tuberkulosis Paru: A Systematic Review. Jurnal Kesehatan Tambusai, 2(4), 168–175. https://doi.org/10.31004/jkt.v2i4.3036

Prasad, B. M., Chadha, S. S., Thekkur, P., Nayak, S., Rajput, V. S., Ranjan, R., & Dayal, R. (2020). Is there a difference in treatment outcome of tuberculosis patients: Rural healthcare providers versus community health workers? Journal of Family Medicine and Primary Care, 9(1), 259–263. https://doi.org/10.4103/jfmpc.jfmpc_729_19

Pulungan, R. M., & Permatasari, P. (2021). Predisposing and enabling factors relationship with successful treatment of pulmonary tuberculosis (TB). Jurnal Kesehatan Prima, 15(1), 57–67.

Puspita, T., Rahajeng, E., & Sibuea, S. (2019). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat pasien tuberkulosis paru. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 22(1), 30–38. https://doi.org/10.22435/hsr.v22i1.768

Sejie, G. A., & Mahomed, O. H. (2023). Mapping the effectiveness of the community tuberculosis care programs: A systematic review. Systematic Reviews, 12, 135. https://doi.org/10.1186/s13643-023-02296-0

Siallagan, A., Tumanggor, L. S., & Sihotang, M. (2023). Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Tuberkulosis Paru. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 5(3), 1199–1208.

Stang, S., Marwang, S., Rachmat, M., Balumbi, M., & Ohorella, F. (2023). Successful treatment of tuberculosis using a collaborative approach between family and health workers. Journal of Public Health in Africa, 14(12), a12. https://doi.org/10.4081/jphia.2023.2455

Suarni, E., Badri, P. R. A., & Hidayah, A. A. (2023). Peran PMO dan Analisis Tingkat Kepatuhan Menelan Obat pada Pasien Tuberkulosis Paru di Puskesmas Palembang: Dampak terhadap Kesembuhan. Jurnal Ners, 7(2), 1121–1127.

Wijayanti, W., Pamangin, L. O. M., & Wopari, B. (2023). Hubungan Dukungan Keluarga Sebagai Pengawas Menelan Obat (PMO) dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien Tuberkulosis. Jurnal Health and Science: Gorontalo Journal of Health Science Community, 7(2), 240–251.

Published

2026-10-05

How to Cite

Pujiastuti, M., Amelia, R. N., & Purba, M. M. (2026). Efektivitas pengawas menelan obat terhadap keberhasilan pengobatan tuberkulosis: Effectiveness of drug supervisors on tuberculosis treatment success. Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing), 12(3), 469-474. https://doi.org/10.33023/jikep.v12i3.3303